Guru Kelas 1 SD, Orang Tua Jangan Berekspektasi Terlalu Tinggi ke Anak
- 14 Mei 2026 11:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Guru kelas 1 SD, Devita mengingatkan para orang tua agar tidak memberikan ekspektasi berlebihan kepada anak saat memasuki dunia sekolah dasar. Menurutnya, proses adaptasi setiap anak berbeda dan tidak bisa disamakan.
“Kadang ada orang tua yang ekspektasinya terlalu tinggi. Anakku ini pinter, tapi waktu masuk SD performanya biasa aja,” ujarnya kepada RRI, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, perubahan lingkungan membuat anak harus beradaptasi dengan banyak hal baru, mulai dari teman sebaya, aturan sekolah, hingga cara belajar yang berbeda dari rumah.
“Ketika masuk SD kan dia berteman dengan banyak anak dan itu macam-macam,” katanya.
Menurut Devita, orang tua perlu memahami bahwa pencapaian sederhana pada anak kelas 1 sebenarnya sudah merupakan perkembangan besar. Misalnya, anak yang awalnya menangis saat masuk sekolah lalu mulai merasa nyaman beberapa hari kemudian.
“Awal masuk sekolah dia menangis, terus seminggu lagi dia udah ceria dan merasa belajar itu menyenangkan, itu pencapaian yang luar biasa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam tumbuh kembang anak, meskipun anak sudah mulai sekolah.
“Ketika pulang ke rumah, yang menjadi guru adalah orang tua. Orang tua adalah sekolah pertama anak,” ujarnya.
Selain kesiapan mental anak, orang tua juga diminta mempersiapkan diri secara emosional untuk mulai melepas anak belajar mandiri.
“Yang pertama mungkin mental orang tuanya dulu, siap gak melepas anak,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Devita juga menyinggung perbedaan pilihan sekolah negeri dan swasta yang sering menjadi perdebatan di kalangan orang tua. Menurutnya, tidak ada pilihan yang benar atau salah selama disesuaikan dengan nilai dan kemampuan masing-masing keluarga.
“Tidak ada yang salah mau sekolah negeri atau swasta. Tergantung value dan kemampuan keluarga,” tuturnya.
Ia menambahkan, beberapa orang tua kini memilih sekolah swasta bukan hanya untuk pendidikan akademik, tetapi juga demi lingkungan pergaulan atau circle anak di masa depan. Meski begitu, Devita menilai kualitas pengasuhan di rumah tetap menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak dibanding fasilitas sekolah semata.
“Anak itu bukan ingat mainan mahal atau baju mahal. Yang paling penting itu kebersamaan dengan orang tua,” ucapnya.
Menurutnya, perhatian dan pendampingan orang tua jauh lebih berharga bagi anak dibanding materi.
“Peran kita sebagai orang tua itu lebih dihargai anak daripada uang atau materi,” katanya mengakhiri perbincangan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....