BI Malang Buka Layanan Tukar Uang Baru

  • 19 Feb 2026 16:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Bank Indonesia (BI) Malang menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,913 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Nominal tersebut naik 6 persen dibanding realisasi tahun 2025 sebesar Rp3,675 triliun.

Kesiapan itu diumumkan dalam peluncuran program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri 2026) di Kantor Perwakilan BI Malang, Kamis (19/2/2026).

Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan peningkatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai masyarakat di wilayah kerja BI Malang.

“Kami memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan terpercaya menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Indra.

Wilayah kerja BI Malang meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo. Distribusi uang dilakukan melalui BI dan perbankan di wilayah tersebut.

BI Malang bersama perbankan menyiapkan empat skema layanan penukaran uang.

Pertama, kas keliling ritel pada 19 Februari hingga 12 Maret 2026 di 21 titik se-wilayah kerja BI Malang.

Kedua, layanan penukaran terpadu bersama perbankan di Kantor BI Malang dan Gedung P3GI Kota Pasuruan pada 14–15 Maret 2026. Ketiga, layanan penukaran di 50 kantor perbankan pada 26–27 Februari dan 11–13 Maret 2026.

Keempat, layanan tematik yang bersinergi dengan dinas terkait serta satu layanan di rest area jalan tol wilayah kerja BI Malang.

Seluruh layanan penukaran mewajibkan masyarakat melakukan pemesanan lebih dulu melalui laman PINTAR di pintar.bi.go.id. Penukar harus hadir sesuai jadwal yang dipilih, membawa KTP, dan bukti pemesanan.

Indra menjelaskan, penggunaan PINTAR bertujuan mengurangi antrean fisik serta memastikan distribusi uang lebih adil dan efisien.

Dalam SERAMBI 2026, BI mengoptimalkan tiga framework pengelolaan Rupiah, yakni ketersediaan uang yang berkualitas, sistem distribusi dan layanan kas prima, serta infrastruktur berbasis teknologi.

Tahun ini juga terdapat pembaruan berupa optimalisasi peran perbankan, penambahan jumlah layanan dan paket penukaran, serta peningkatan performa infrastruktur PINTAR.

Pada kesempatan tersebut, Indra mengajak masyarakat untuk “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” melalui perawatan uang dengan prinsip 5J (jangan dilipat, dicoret, distapler, diremas, dan dibasahi), mengenali keaslian uang dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), serta berbelanja bijak dan mendukung produk dalam negeri, khususnya UMKM.

Selain itu, BI juga mendorong masyarakat mengoptimalkan transaksi non tunai melalui QRIS dan BI-FAST guna mendukung kelancaran ekonomi dan keuangan digital selama Ramadan dan Idulfitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....