Praktisi Pasar Modal Soroti Birokrasi dan Kepercayaan Investor
- 09 Jun 2026 07:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi juga erat kaitannya dengan tingkat kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia. Hal itu disampaikan Praktisi Pasar Modal Kai Hian Sekuritas, Putri Ayu Ari Kusuma, dalam dialog Indonesia Cerdas di Pro 1 RRI Malang.
Menurut Putri, investor asing saat ini tidak hanya memperhatikan potensi keuntungan, tetapi juga kepastian hukum, konsistensi kebijakan, dan kemudahan berusaha. Ia menilai sejumlah persoalan birokrasi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi. Sentimen tersebut turut menjadi perhatian pasar ketika rupiah melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS dan IHSG mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir.
“Kalau saya dengar dari teman-teman investor, salah satu keluhan terbesar adalah birokrasi. Investor butuh kepastian dan kenyamanan dalam berusaha,” ujar Putri, Senin (8/6/2026).
Ia mencontohkan sejumlah negara di Asia Tenggara yang dinilai lebih agresif memberikan kemudahan kepada investor, mulai dari perizinan hingga pendampingan saat memulai usaha.
Selain birokrasi, Putri menyoroti pentingnya konsistensi komunikasi kebijakan pemerintah. Menurutnya, perbedaan pernyataan antarpejabat terkait kebijakan ekonomi dapat memunculkan ketidakpastian di pasar.
“Iklim investasi itu sangat sensitif terhadap kepercayaan. Ketika ada ketidakjelasan informasi, pasar biasanya langsung merespons,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pasar modal sering kali menjadi cerminan persepsi investor terhadap kondisi ekonomi dan politik suatu negara. Karena itu, berbagai kebijakan yang dianggap tidak memberikan kepastian berpotensi mempengaruhi keputusan investasi, baik dari investor domestik maupun asing. Fenomena capital outflow yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga menjadi salah satu faktor yang menekan rupiah dan pasar saham.
Putri berharap pemerintah terus memperkuat transparansi, memperbaiki birokrasi, dan menjaga konsistensi kebijakan untuk mengembalikan kepercayaan investor. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, namun potensi tersebut perlu didukung oleh iklim investasi yang sehat dan kompetitif agar mampu menarik modal dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....