Edukasi Investasi Jadi Benteng Masyarakat dari Investasi Bodong

  • 09 Jun 2026 07:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, edukasi keuangan dinilai menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari risiko investasi bodong maupun spekulasi berlebihan di pasar keuangan. Praktisi Pasar Modal Kai Hian Sekuritas, Putri Ayu Ari Kusuma, menegaskan pentingnya literasi investasi sejak usia muda.

Dalam dialog Indonesia Cerdas di Pro 1 RRI Malang, Putri menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami prinsip dasar investasi sebelum menempatkan dana pada instrumen tertentu. Menurutnya, investasi yang sehat harus diawali dengan pemahaman terhadap profil risiko dan legalitas produk yang ditawarkan.

“Kalau ditawari investasi, pertama yang dicek adalah legalitasnya. Terdaftar di OJK atau tidak, kemudian orang yang menawarkan punya lisensi atau tidak,” kata Putri, Senin (8/6/2026).

Ia menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat karena prinsip investasi selalu berbanding lurus dengan risiko yang dihadapi.

Putri menjelaskan bahwa Bursa Efek Indonesia selama ini telah aktif melakukan edukasi melalui galeri investasi di kampus maupun sekolah. Bahkan sejumlah sekolah menengah atas di Malang mulai diperkenalkan dengan konsep pasar modal agar siswa memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun budaya investasi yang sehat sekaligus mengurangi ketertarikan generasi muda terhadap praktik perjudian online maupun investasi ilegal.

Ia juga mengingatkan bahaya saham spekulatif yang sering disebut sebagai “saham gorengan”. Menurutnya, saham jenis ini biasanya mengalami kenaikan dan penurunan harga yang sangat tajam dalam waktu singkat sehingga berisiko menimbulkan kerugian besar bagi investor pemula.

“Jangan FOMO. Cari tahu dulu perusahaan yang dibeli, lihat fundamentalnya, jangan hanya ikut tren,” ujarnya.

Lebih lanjut, Putri menyarankan masyarakat untuk memulai investasi sesuai kemampuan keuangan masing-masing. Instrumen seperti reksa dana pasar uang, obligasi, hingga saham berfundamental kuat dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi secara bertahap.

“Tujuan awalnya sederhana, yaitu menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi dan membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat,” katanya.

Dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan, edukasi dan literasi investasi menjadi modal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan terhindar dari berbagai bentuk penipuan berkedok investasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....