Pokdarwis Poncokusumo Malang Usung Festival Srawung Kusumo

  • 14 Jul 2026 13:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Poncokusumo sukses menghidupkan kembali ruang budaya sekaligus memicu geliat ekonomi lokal melalui penyelenggaraan Festival Srawung Kusumo yang digelar di kawasan Bumi Perkemahan Ledok Ombo.

Dalam upaya menyukseskan gelaran ini, Pokdarwis merangkul delapan mahasiswa dari tim Naraswara Brand Activation 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kolaborator pendukung yang membantu mengemas konsep acara secara interaktif dan relevan bagi generasi muda.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Poncokusumo, Purna Irawan, menyatakan bahwa festival yang mengusung tema "Roso Kusumo Handarbeni Lanyawiji" ini lahir dari semangat untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kebersamaan dalam melestarikan budaya lokal.

Menurut Purna, kata srawung sendiri memiliki filosofi mendalam yang berarti berkumpul atau bergaul layaknya masyarakat desa yang aktif bertetangga dan bersosialisasi.

"Melalui ruang interaktif ini, Pokdarwis ingin mempertemukan masyarakat luas dengan kekayaan tradisi Poncokusumo yang kini sudah mulai langka ditemui dalam kehidupan sehari-hari," katanya kepada RRI Malang, Selasa (14/7/2026).

Sepanjang festival berlangsung pada awal Juli, pengunjung yang memadati area Ledok Ombo disuguhi beragam pengalaman budaya yang dinamis. Pengunjung tidak hanya memposisikan diri sebagai penonton, tetapi juga dilibatkan langsung untuk mencoba berbagai permainan tradisional seperti egrang, dengklik, gasing, bangkiak, hingga tulupan.

Selain itu, festival ini menjadi ajang promosi bagi cita rasa kuliner khas daerah, salah satunya tradisi minum kopi unik melalui welcome drink Kopi Nyokot Gulo, di mana penikmatnya meminum kopi sambil menggigit gula secara terpisah, serta hidangan lokal bernama Kolak Goblok.

Purna Irawan menegaskan bahwa dampak dari Festival Srawung Kusumo tidak berhenti pada edukasi budaya semata, melainkan juga menyasar pada sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pokdarwis menyediakan arena khusus bagi para pelaku UMKM setempat untuk mengenalkan produk-produk unggulan mereka, mulai dari kerajinan lokal hingga stan batik khas daerah.

Kehadiran pasar rakyat di tengah festival ini diharapkan mampu mengangkat potensi pariwisata Poncokusumo secara holistik sekaligus memberikan dampak finansial yang nyata bagi warga sekitar.

Kemeriahan festival ditutup dengan penampilan memukau dari seni tari Kuda Lumping yang berhasil menyedot perhatian dan antusiasme tinggi dari para pengunjung hingga akhir acara.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pengemasan budaya yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman mampu menarik minat generasi muda untuk tetap mencintai, menjaga, dan menghidupkan kembali warisan tradisi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....