Politeknik Negeri Malang Bangun Spot Foto Ramah Lingkungan Berbahan Bambu
- 20 Agt 2026 17:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat di wisata Banyumaro River Tubing, Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan bertajuk "Perancangan Spot Foto Ramah Lingkungan sebagai Media Promosi Wisata Banyumaro River Tubing" ini merupakan program Pengabdian Pada Masyarakat skema Reguler Kompetisi yang dibiayai Dana DIPA Politeknik Negeri Malang tahun anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan 1 Maret hingga 31 Oktober 2026.
Tim pengabdian diketuai oleh Nicky Suwandhy Widhi Supriyanto, S.Pd., M.T., dengan anggota Septyana Riskitasari, S.S.T., M.Tr.T., Nurlia Pramita Sari, S.T., M.T., M.Sc., Wahyu Aulia Nurwicaksana, S.S.T., M.Tr.T., Nila Alia, S.Pd., M.Pd., M.Tr.T., dan Fengky Adie Perdana, S.Pd., M.Pd., dan. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang berperan aktif mulai dari survei lokasi, perancangan desain, hingga konstruksi.
Selama ini, dokumentasi wisatawan di Banyumaro River Tubing hanya mengandalkan background alam sekitar dan banner sederhana bertuliskan "Banyumaro Adventure". Ketiadaan spot foto yang dirancang secara khusus membuat potensi promosi berbasis konten visual pengunjung belum dimanfaatkan secara optimal, padahal di era media sosial dokumentasi foto wisatawan menjadi salah satu sarana promosi yang paling efektif.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian Polinema merancang spot foto dari material bambu lokal. Spot foto menampilkan nama "BANYUMARO", logo maskot Banyumaro Tubing, papan nama "RIVER TUBING", serta identitas "Desa Wisata Dewi Anom" yang menaungi pengelolaan wisata di Desa Wringinanom. Struktur dirancang dengan memperhatikan aspek keamanan dan kestabilan. Pembangunan melibatkan partisipasi mitra dalam penyediaan lahan dan tenaga kerja, dan spot foto ini diserahterimakan pada 31 Juli 2026.
Ketua pelaksana pengabdian, Nicky Suwandhy Widhi Supriyanto, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa pemilihan bambu lokal sebagai material utama bukan tanpa alasan. "Kami ingin spot foto ini menyatu dengan karakter alam Banyumaro dengan memanfaatkan potensi alam yang berlimpah disekitar wilayah desa yaitu bambu lokal, bukan malah terkesan asing di tengah kawasan sungai. Bambu kami pilih karena mudah didapat di sekitar lokasi dan ramah lingkungan. Desainnya juga kami rancang supaya aman, dan stabil" ujar Nicky.
"Harapan kami, spot foto ini bisa menjadi identitas visual baru yang membedakan Banyumaro dari destinasi wisata sungai lain, sekaligus mendorong wisatawan untuk membagikan pengalaman mereka di media sosial" lanjutnya.
Ketua Banyumaro River Tubing, Galuh Prasetyo, menyambut baik kehadiran spot foto tersebut dan menilai keberadaannya melengkapi upaya penguatan fasilitas wisata yang sudah berjalan di kawasan ini.
"Dulu tamu yang datang cuma bisa berfoto di banner. Sekarang ada model bambu yang lebih layak dan menjadi ciri khas Banyumaro River Tubing. Desainnya juga pas dengan suasana di sini, dari bambu, jadi tidak mengubah kesan alami sungai" kata Galuh
Melalui program ini, tim Polinema berharap penguatan kapasitas POKDARWIS Dewi Anom tidak berhenti pada aspek penyediaan spot foto semata, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan material lokal bambu secara lebih luas untuk pengembangan fasilitas wisata lainnya. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat pengelola wisata diharapkan menjadi contoh kontribusi nyata perguruan tinggi dapat hadir langsung menjawab kebutuhan di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....