Quality Time Lebih Penting daripada Banyaknya Waktu Bersama Anak

  • 23 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kesibukan mencari nafkah tidak seharusnya menjadi alasan renggangnya hubungan antara orang tua dan anak. Dalam pandangan Islam, kualitas kebersamaan dinilai lebih penting daripada lamanya waktu yang dihabiskan bersama, selama orang tua tetap hadir secara emosional bagi anak.

Hal tersebut disampaikan Ustazah Rukmini Amar dalam program Mutiara Pagi RRI Malang. Menurutnya, kebutuhan materi memang penting dipenuhi, tetapi anak juga membutuhkan perhatian, komunikasi, dan kasih sayang yang tidak dapat digantikan oleh harta.

Ia menuturkan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan bagian dari ibadah apabila diniatkan dengan benar. Namun, orang tua tetap memiliki tanggung jawab membangun kedekatan dengan anak agar mereka merasa dicintai dan diperhatikan.

"Kalau memang harus bekerja, kualitas pertemuan itulah yang penting. Adakan misalnya seminggu sekali benar-benar bersama anak, ajak berdialog dan beri penjelasan," ujar Ustazah Rukmini pada Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, berbagai persoalan yang dialami anak saat ini sering berawal dari kurangnya perhatian dalam keluarga. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika orang tua terlalu sibuk bekerja sehingga komunikasi dengan anak menjadi sangat terbatas.

Ustazah Rukmini mengaku menemukan sejumlah kasus ketika berkunjung ke lembaga pembinaan anak maupun berdialog dengan para pelajar. Dari pengamatannya, tidak sedikit anak mengalami masalah psikologis maupun perilaku karena merasa kehilangan kehadiran orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyoroti fenomena orang tua yang bekerja di luar daerah atau luar negeri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga. Meski memiliki tujuan baik, kondisi tersebut tetap membutuhkan komunikasi yang intens agar anak memahami alasan kepergian orang tua dan tidak merasa diabaikan.

"Tidak cukup hanya memberi nafkah. Anak juga membutuhkan perhatian, penjelasan, dan kedekatan agar mereka tetap merasa memiliki orang tua," katanya.

Ustazah Rukmini menambahkan bahwa perhatian kepada anak tidak selalu harus dilakukan setiap saat. Kebersamaan yang singkat tetapi penuh komunikasi, penghargaan, dan kasih sayang justru lebih bermakna dibandingkan bertemu setiap hari tanpa interaksi yang berkualitas.

Ia menilai orang tua perlu menyediakan waktu khusus untuk mendengarkan cerita anak, mengetahui perkembangan mereka, sekaligus menjadi tempat yang aman ketika anak menghadapi persoalan. Cara tersebut dinilai mampu memperkuat ikatan emosional sekaligus mencegah anak mencari pelarian di lingkungan yang kurang baik.

Selain keluarga, Ustazah Rukmini berharap pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, perlindungan terhadap ibu bekerja, pemenuhan hak anak, serta terciptanya lingkungan yang ramah keluarga merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang sehat lahir dan batin.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, ia mengajak seluruh orang tua menjadikan kebersamaan bersama anak sebagai kebutuhan, bukan sekadar aktivitas pelengkap. Dengan komunikasi yang hangat dan perhatian yang konsisten, keluarga diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter serta kesehatan mental anak sejak usia dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....