Bakti Anak Tetap Berlanjut setelah Orang Tua Wafat
- 18 Sep 2026 10:52 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kasih sayang seorang anak kepada orang tua tidak selalu berakhir ketika kematian datang. Bakti kepada ayah dan ibu masih dapat diwujudkan melalui doa, sedekah dan berbagai amal kebaikan yang dilakukan dengan niat untuk mereka.
Kisah tersebut salah satunya dapat ditemukan dalam cerita Sa’d bin ‘Ubadah, salah seorang sahabat Rasulullah dari kalangan Anshar. Sa’d berasal dari Bani Sa’idah, bagian dari Khazraj, dan dikenal sebagai sosok yang dermawan serta senang membantu orang lain.
Ketika ibunya meninggal dunia, Sa’d tidak berada di sisinya. Ia kemudian menemui Rasulullah untuk menanyakan apakah sedekah yang dilakukan atas nama ibunya dapat memberikan manfaat.
Rasulullah menjawab bahwa sedekah tersebut bermanfaat. Setelah mendapatkan jawaban tersebut, Sa’d kemudian menjadikan kebunnya yang bernama Al-Mikhraf sebagai sedekah untuk ibunya. Kisah ini diriwayatkan Imam al-Bukhari dari Ibnu Abbas dalam Shahih al-Bukhari.
Kisah Sa’d menunjukkan bahwa seorang anak masih dapat melanjutkan baktinya meskipun orang tua telah meninggal dunia. Doa dan amal kebaikan menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang dapat terus diberikan ketika kesempatan untuk berbakti secara langsung sudah tidak ada.
Dalam kehidupan sehari-hari, kasih sayang dan pengorbanan orang tua sering kali baru benar-benar dirasakan ketika mereka telah tiada. Karena itu, selagi masih diberikan kesempatan, seorang anak dapat menunjukkan rasa sayang melalui perhatian, membantu kebutuhan orang tua, menjaga komunikasi dan membahagiakan mereka.
Setelah orang tua meninggal dunia, bakti tetap dapat dilakukan melalui doa dan amal kebaikan. Sedekah juga dapat dilakukan sesuai kemampuan dan tuntunan agama. Hal tersebut tidak harus menunggu seseorang memiliki harta yang banyak, karena keikhlasan menjadi bagian penting dalam setiap amal.
Bagi sebagian masyarakat Jawa, Jumat Legi juga kerap dimanfaatkan sebagai momentum untuk bersilaturahmi, berkumpul bersama keluarga maupun berziarah. Namun, mendoakan orang yang telah meninggal tidak terbatas pada hari atau waktu tertentu. Doa dapat dipanjatkan kapan saja sebagai bentuk kasih sayang kepada keluarga yang telah mendahului.
Salah satu doa untuk kedua orang tua yang dikenal dalam ajaran Islam adalah, “Rabbi irhamhuma kama rabbayani shaghira,” yang berarti, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika aku masih kecil.”
Doa tersebut menjadi pengingat bahwa seorang anak tetap dapat menunjukkan bakti kepada orang tua meskipun mereka telah meninggal dunia. Anak dapat mengenang kebaikan orang tua dan melanjutkan hubungan kasih sayang melalui doa serta berbagai amal kebaikan.
Sementara bagi orang tua yang masih hidup, kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang sebaiknya tidak ditunda. Seorang anak dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk meminta maaf, mengucapkan terima kasih, membantu dan memberikan perhatian kepada orang tua.
Kisah Sa’d bin ‘Ubadah mengajarkan bahwa kehilangan tidak berarti berhenti mencintai. Ketika orang tua telah meninggal dunia, kasih sayang masih dapat diwujudkan melalui doa, sedekah, amal kebaikan dan menjaga hubungan baik dengan keluarga.
Dengan demikian, bakti kepada orang tua dapat terus dilakukan dalam berbagai keadaan. Selama masih memiliki kesempatan, seorang anak dapat membahagiakan orang tuanya ketika hidup dan tetap mendoakan serta mengenang kebaikannya setelah mereka meninggal dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....