Jaga Hubungan Sosial dan Silaturahmi untuk Kesehatan Mental
- 10 Mei 2026 15:16 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kesehatan mental perlu dijaga melalui hubungan sosial yang hangat dan penuh kepedulian di tengah kehidupan modern yang individualistis. Tema tersebut dibahas dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang bersama Ustazah Yayuk Sulistiningsih.
Ustazah Yayuk Sulistiningsih menjelaskan silaturahmi bukan sekadar bertemu, tetapi menyambung kasih sayang antarsesama manusia. Menurutnya, hubungan sosial yang baik mampu memperkuat persaudaraan serta memberikan dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari.
“Silaturahmi merupakan ajaran Islam untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat hubungan antarmanusia,” ujar Ustazah Yayuk pada Sabtu (9/5/2026).
Dalam pemaparannya, Ustazah Yayuk mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim mengenai pentingnya menjaga tali silaturahmi. Hadis tersebut menjelaskan silaturahmi dapat melapangkan rezeki serta menjadi sebab dipanjangkannya umur seseorang.
Ia menerangkan istilah silaturahim berasal dari bahasa Arab yang bermakna menyambung kasih sayang antarindividu. Menurutnya, nilai kasih sayang menjadi dasar penting terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kepedulian.
Ustazah Yayuk juga menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental di Indonesia, khususnya pada kalangan remaja. Ia menyebut perubahan emosi, kecemasan berlebihan, hingga menarik diri dari lingkungan menjadi tanda gangguan mental emosional.
“Silaturahmi bukan sekadar kunjungan fisik, tetapi modal sosial spiritual yang mampu menurunkan tingkat depresi dan kecemasan,” katanya. Ia menilai interaksi hangat bersama keluarga maupun sahabat dapat memperkuat rasa aman secara emosional.
Menurutnya, Islam telah mengajarkan pentingnya interaksi sosial melalui berbagai ibadah yang dilakukan berjamaah dan bersama-sama. Salat berjamaah, salat Jumat, hingga tradisi halal bihalal menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.
Ustazah Yayuk mengutip Surah An-Nisa ayat 36 tentang pentingnya berbuat baik kepada sesama manusia dalam kehidupan sosial. Ayat tersebut memerintahkan umat Islam menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, sahabat, dan masyarakat sekitar.
| Baca juga: Memaknai Hijrah dalam Kehidupan Kekinian |
Ia menilai perkembangan teknologi memudahkan komunikasi, tetapi belum tentu menghadirkan kedekatan emosional yang sebenarnya. Menurutnya, media sosial sering memunculkan pencitraan berlebihan sehingga justru memicu tekanan mental bagi sebagian orang.
“Hubungan sosial yang tulus dan apa adanya membuat seseorang lebih nyaman serta mampu mengurangi stres,” ujarnya.
Dalam lingkungan keluarga, Ustazah Yayuk menekankan pentingnya menyediakan waktu khusus untuk membangun komunikasi bersama anggota keluarga. Ia menyarankan keluarga memiliki waktu bersama tanpa gangguan telepon genggam maupun pekerjaan kantor.
Menurutnya, sentuhan sederhana seperti menyapa, mendoakan, atau makan bersama memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental keluarga. Kebiasaan kecil tersebut dinilai mampu memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Ustazah Yayuk menjelaskan silaturahmi melalui pesan singkat atau media sosial tetap memiliki nilai positif dalam menjaga hubungan. Meski demikian, ia menegaskan pertemuan langsung tetap penting karena dapat mempererat kepedulian dan perhatian antarsesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....