Realita Sosial Masa Kini: ketika Orang Lain Lebih Diutamakan

  • 15 Apr 2026 07:08 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah kesibukan kehidupan modern, banyak orang tanpa sadar lebih peduli pada lingkungan luar dibandingkan keluarganya sendiri. Fenomena ini menjadi perhatian dalam siaran Tausyiah Mutiara Pagi di RRI Malang.

Dalam kajian tersebut, Ustadzah Hj. Dra. Rukmini Amar, M.Ap mengingatkan bahwa silaturahmi tidak boleh berhenti pada hubungan sosial biasa, tetapi harus dimulai dari keluarga sebagai lingkaran terdekat.

“Silaturahmi itu jangan hanya seremonial. Jangan hanya ramai saat hari raya, tapi setelah itu tidak saling kenal, tidak saling peduli,” ungkapnya, Rabu (15/4/2026)

Ia menjelaskan bahwa dalam QS An-Nisa ayat 36, Allah memerintahkan manusia untuk berbuat baik tidak hanya kepada keluarga, tetapi juga kepada tetangga dekat dan jauh. Dalam beberapa penafsiran, cakupan tetangga bahkan bisa mencapai puluhan rumah dari tempat tinggal seseorang.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa prioritas tetap harus dimulai dari keluarga.

“Kalau keluarga saja tidak kita urus, bagaimana kita bisa mengurus yang lain?” ujarnya.

Dalam tausyiah tersebut, ia juga menyinggung pentingnya peran keluarga dalam kesuksesan seseorang. Menurutnya, tidak ada keberhasilan yang benar-benar berdiri sendiri tanpa dukungan orang-orang terdekat.

“Kita ini tidak bisa sukses sendiri. Setidaknya ada doa keluarga di baliknya. Dan doa keluarga itu lebih dekat, lebih cepat sampai,” katanya.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya menyambung silaturahmi. Pesan ini, menurutnya, sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang sering terjebak dalam kesibukan.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa hubungan baik dalam keluarga juga berdampak pada kehidupan sosial yang lebih luas.

“Kalau kita punya hubungan baik dengan keluarga, itu menjadi kekuatan. Bahkan dalam usaha, itu seperti menjadi kepercayaan tersendiri,” jelasnya.

Melalui tausyiah ini, ia mengajak masyarakat untuk kembali menata hubungan keluarga, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional.

“Mulai dari hal kecil, saling menyapa, saling mengunjungi, saling membantu. Itu yang membuat silaturahmi hidup,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....