Mencintai Rasulullah ditengah Ujian Zaman

  • 04 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Mencintai Rasulullah bukan sekadar mengucapkan shalawat dengan lisan, tetapi bagaimana kecintaan tersebut hadir dalam perilaku sehari-hari. Seperti yang dikatakan Ustadz Nur Cholis, SE., di acara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Jumat (4/9/2026) pagi.

“Mencintai Rasulullah bukan sekadar mengucapkan shalawat dengan lisan, tetapi bagaimana kecintaan tersebut hadir dalam perilaku sehari-hari. Di tengah perubahan zaman, berbagai tantangan kehidupan, tekanan ekonomi, perkembangan teknologi, hingga derasnya arus informasi menjadi ujian tersendiri bagi umat Islam untuk tetap menjaga iman dan akhlak,” katanya.

Dalam acara tersebut, beliau menceritakan salah satu kisah pengorbanan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

“Salah satu kisah yang dapat menjadi renungan adalah perjalanan hijrah Rasulullah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, ketika keduanya berada di Gua Tsur. Dalam kondisi yang penuh ancaman, Abu Bakar menunjukkan kesetiaan dan pengorbanan yang luar biasa kepada Rasulullah.

Al-Qur’an mengabadikan peristiwa tersebut dalam QS. At-Taubah ayat 40. Ketika Rasulullah berada dalam keadaan genting bersama Abu Bakar, beliau menyampaikan, ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.’ Ayat tersebut menggambarkan keteguhan hati dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT di tengah situasi yang sulit.

Dalam sejumlah literatur sirah, juga dikenal kisah tentang Abu Bakar yang berusaha menjaga Rasulullah dari bahaya di dalam gua. Salah satu riwayat menyebutkan adanya gigitan hewan berbisa yang dialami Abu Bakar ketika ia berusaha menutup lubang di dalam gua. Kisah tersebut antara lain ditemukan dalam literatur sirah seperti As-Sirah al-Halabiyah. Namun, rincian kisah gigitan tersebut tidak seluruhnya dapat dipastikan sebagai hadis sahih.

Terlepas dari perbedaan status riwayat tersebut, perjalanan hijrah Rasulullah dan Abu Bakar memberikan pelajaran penting tentang kesetiaan, keberanian, pengorbanan, dan tawakal kepada Allah SWT.

Lantas, bagaimana umat Islam masa kini membuktikan kecintaan kepada Rasulullah?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena umat Islam hidup pada zaman yang berbeda. Para sahabat dahulu menghadapi ancaman secara langsung, sementara masyarakat saat ini menghadapi bentuk ujian yang semakin beragam.

Salah satunya adalah media sosial. Melalui sebuah telepon genggam, seseorang dapat memperoleh pahala dengan membaca dan menyebarkan kebaikan. Namun, perangkat yang sama juga dapat menjadi sarana menyebarkan fitnah, berita bohong, ujaran kebencian, bahkan mempermalukan orang lain.

Karena itu, mencintai Rasulullah pada zaman sekarang dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya, seseorang memilih memeriksa terlebih dahulu dan tidak tergesa-gesa menyebarkannya. Ketika mendapatkan kesempatan untuk berbuat curang, ia memilih jujur. Ketika menghadapi kemarahan, ia berusaha menahan lisan. Ketika ekonomi sedang sulit, ia tetap berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 31, “Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” Ayat tersebut menunjukkan bahwa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus diwujudkan melalui sikap mengikuti dan meneladani.

Dalam kehidupan sehari-hari, keteladanan itu dapat terlihat dari seorang pegawai yang berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab memperbaikinya. Seorang ibu yang memilih mendidik anak dengan kasih sayang meskipun sedang lelah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....