Umat Islam Didorong Memperkuat Iman dan Kesalehan Sosial
- 21 Sep 2026 17:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kehidupan tidak selalu berjalan dalam suasana bahagia. Bencana, kecelakaan, kehilangan, maupun berbagai persoalan kehidupan dapat memicu kesedihan dan keputusasaan. Karena itu, umat Islam didorong menghadapi berbagai kondisi tersebut dengan memperkuat iman dan menjaga kesalehan sosial. Hal itu disampaikan Ustaz Dedi N Abdullah Tillu dalam dialog Cahyaning Ati Pro4 RRI Malang, Sabtu (19/9/2026), bertema “Anti Galau di Tengah Kegalauan”.
Ustaz Dedi mengatakan, kehidupan ibarat roda yang terus berputar. Ada saatnya seseorang memperoleh kebahagiaan dan ada kalanya menghadapi kesulitan. Ia mengingatkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim tentang keadaan seorang mukmin yang menakjubkan. Ketika mendapatkan kesenangan, seorang mukmin bersyukur, sedangkan ketika menghadapi cobaan, ia bersabar. “Syukur dan sabar inilah yang menjadi sikap penting seorang beriman dalam menghadapi dinamika kehidupan,” jelasnya.
Menurutnya, sikap syukur dan sabar perlu ditopang keimanan yang terus dirawat. Ia mengibaratkan iman seperti tanaman yang membutuhkan air, pupuk dan perawatan agar tumbuh kokoh. Salah satu “pupuk” iman adalah memperbanyak santapan rohani melalui ibadah, ilmu, dan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah. Keimanan yang kuat, lanjutnya, juga harus tercermin dalam perilaku dan hubungan seseorang dengan orang lain.
Ustaz Dedi menegaskan, kesalehan sosial merupakan bagian dari kualitas keimanan. Seorang Muslim diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, termasuk melalui hal-hal sederhana seperti menjaga ucapan, memuliakan tamu, dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan orang lain dari jalan. “Seseorang tidak cukup hanya dinilai dari penampilan atau status sosial keagamaannya. Ibadah semestinya melahirkan perilaku yang baik dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah menghakimi orang lain dan lebih banyak melakukan introspeksi. Menurutnya, Rasulullah SAW juga pernah mengalami masa sulit, termasuk kekurangan makanan hingga menggadaikan baju besinya. Bahkan, berbagai kesulitan yang dialami seorang Muslim dapat menjadi jalan penghapus dosa apabila dihadapi dengan kesabaran.
“Kegalauan dan kesulitan yang dihadapi seorang mukmin hendaknya tidak selalu dipandang sebagai sesuatu yang sia-sia. Dengan kesabaran dan keimanan, ujian tersebut dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ungkapnya.
Melalui tema “Anti Galau di Tengah Kegalauan”, Ustaz Dedi mengajak umat Islam memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ketika mendapatkan kebahagiaan, seorang mukmin belajar bersyukur, sedangkan ketika menghadapi ujian, ia belajar bersabar.
Keduanya dapat menjadi jalan kebaikan selama iman tetap dijaga. Karena itu, daripada sibuk menilai dan menghakimi kehidupan orang lain, masyarakat diajak lebih banyak memperbaiki diri dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sosial. (Mey)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....