Khotbah GKKK Malang: Perkataan Yesus Jadi Dasar Kehidupan
- 06 Sep 2026 13:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perkataan Yesus Kristus menjadi dasar kehidupan orang percaya dalam menjalani berbagai tantangan dan pergumulan. Pesan tersebut disampaikan Pdt. Gindo Manogi dalam khotbah Kebaktian Umum GKKK Malang, Minggu (6/9/2026).
Mengangkat tema “Built on the Truth”, khotbah yang berlandaskan Matius 7:24 menekankan pentingnya tidak hanya mendengar perkataan Tuhan, tetapi juga melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pdt. Gindo Manogi menjelaskan, perkataan Yesus merupakan otoritas tertinggi yang menjadi pedoman bagi umat dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam membangun karakter sebagai warga Kerajaan Allah.
Menurutnya, firman Tuhan memiliki manfaat untuk mengajar manusia mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Namun, untuk menerima dan menjalankannya diperlukan kerendahan hati serta kesediaan untuk tunduk pada kehendak Tuhan.
“Orang bodoh adalah orang yang tahu apa yang Tuhan mau, tetapi menolak otoritas Tuhan untuk mengaturnya,” ungkap Pdt. Gindo dalam khotbahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang, baik yang bijaksana maupun yang belum membangun kehidupannya di atas firman Tuhan, dapat menghadapi "badai” dalam kehidupan. Yesus tidak menjanjikan kehidupan tanpa masalah, tetapi memberikan penyertaan agar manusia mampu melewati berbagai pergumulan.
Badai dalam kehidupan, lanjutnya, dapat menjadi ajakan untuk melakukan pembenahan diri sekaligus peringatan dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi menjadi masalah lebih besar di masa depan.
“Badai itu sebenarnya adalah ajakan untuk kita berbenah,” jelasnya.
Ia mengajak jemaat untuk melihat setiap pergumulan sebagai kesempatan melakukan evaluasi diri. Berbagai persoalan yang muncul dapat menjadi momentum untuk meruntuhkan ego, arogansi, serta kelemahan diri yang selama ini mungkin tidak disadari.
Untuk menghadapi berbagai badai kehidupan, umat diajak membangun ketaatan melalui keputusan-keputusan kecil setiap hari. Ketaatan tersebut perlu dilatih, termasuk ketika tidak ada orang lain yang melihat kita sebagai Warga Kerajaan Allah tetap memiliki Integritas.
Menurutnya, integritas tercermin dari keberanian seseorang untuk tetap melakukan kebenaran dan menjauhi dosa meskipun tidak sedang diawasi manusia, karena Tuhan senantiasa mengetahui dan melihat setiap tindakan.
Pdt. Gindo juga mengingatkan jemaat agar menjadikan firman Tuhan sebagai kompas kehidupan, terutama ketika berada dalam situasi kritis. Keputusan seharusnya tidak semata-mata didasarkan pada desakan emosi maupun tekanan orang lain, tetapi dengan terlebih dahulu mencari kehendak Tuhan.
Khotbah tersebut ditutup dengan ajakan kepada jemaat untuk terus tunduk pada perkataan Tuhan dan percaya pada pengaturan-Nya.
“Di dalam Kristus, kita dapat bertahan menghadapi berbagai badai.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....