Memaafkan Itu Mulia, tapi Tidak Selalu Mudah

  • 26 Mar 2026 07:47 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tema “Keutamaan Memberi dan Meminta Maaf” dalam program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Malang kembali mengingatkan pentingnya kelapangan hati dalam kehidupan. Bersama Ustadz Dr. H. M. Amsiyono Q A, pembahasan ini mengupas makna memaafkan dari sudut pandang Islam.

Dalam penjelasannya, Ustadz Amsiyono menyebut bahwa memaafkan adalah amalan yang mudah diucapkan, namun sulit dilakukan.

“Keutamaan mengucap maaf itu mudah, tapi mengimplementasikannya yang tidak semua orang bisa,” ungkapnya, Kamis (26/3/2026)

Hal ini sering terjadi karena adanya ego, gengsi, dan perasaan lebih tinggi dari orang lain.

Padahal dalam ajaran Islam, memaafkan merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Bahkan, orang yang pemaaf dijanjikan kemuliaan oleh Allah SWT. Imam Nawawi menjelaskan bahwa orang yang gemar memaafkan akan mendapatkan hati yang lebih tenang, tidak dipenuhi dendam, serta pahala yang besar.

Ustadz Amsiyono juga menyoroti pentingnya kerendahan hati dalam meminta maaf, termasuk kepada orang yang lebih muda atau kepada bawahan.

“Kadang yang sulit itu ketika orang tua minta maaf ke anak, atau atasan ke bawahan, padahal di situlah letak kemuliaannya,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa orang yang sulit meminta maaf biasanya memiliki hati yang keras. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah dijelaskan tentang kaum yang hatinya keras karena kesombongan dan merasa diri paling benar.

Teladan terbaik dalam memaafkan adalah Rasulullah SAW. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau kerap disakiti, dihina, bahkan dilempari batu. Namun, beliau tetap membalas dengan kebaikan dan doa.

“Tidak ada teladan dalam memberi maaf kecuali Rasulullah,” tegas Ustadz Amsiyono.

Kisah-kisah tersebut menjadi bukti bahwa memaafkan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan iman. Dengan memaafkan, hati menjadi lebih ringan, hubungan sosial membaik, dan pintu ampunan Allah SWT terbuka lebar.

Melalui siaran ini, pendengar diajak untuk tidak hanya menjadikan maaf sebagai ucapan di momen Lebaran, tetapi sebagai sikap hidup yang terus dijaga dalam keseharian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....