Okan Abdullah Bagikan Kunci Menjadi Konten Kreator Konsisten

  • 06 Okt 2026 10:00 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Menjadi konten kreator di tengah pesatnya perkembangan media sosial tidak cukup hanya mengandalkan perangkat dengan kamera berkualitas. Bagi Okan Abdullah, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan konsistensi justru menjadi sejumlah modal penting untuk menghasilkan konten yang mampu menarik perhatian penonton.

Okan yang berhasil meraih Juara 2 Content Creator Hunt Festival Rupiah Berdaulat Bank Indonesia mengatakan, proses menjadi konten kreator membutuhkan kebiasaan untuk terus mencari dan mengembangkan ide. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan membuat daftar ide konten agar tidak kehabisan bahan untuk diproduksi.

Ia bahkan menetapkan target untuk membuat setidaknya satu konten setiap hari. Kebiasaan tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus melatih kemampuan dalam menghasilkan konten secara konsisten.

“Buat saya, ide itu harus dicatat. Jadi ketika muncul sebuah gagasan, saya langsung masukkan ke daftar supaya bisa dikembangkan lagi. Saya juga menargetkan minimal satu konten setiap hari agar tetap produktif dan terbiasa untuk terus membuat sesuatu,” ujar Okan kepada RRI, Senin (5/10/2026)

Menurut Okan, perangkat bukan menjadi faktor utama yang menentukan kualitas sebuah konten. Kamera ponsel memang dapat membantu menghasilkan gambar yang lebih baik, tetapi kemampuan kreator dalam menyampaikan pesan justru menjadi bagian yang tidak kalah penting.

“Salah satu hal terpenting dari sebuah konten adalah bagaimana seseorang bisa menyampaikan pesan dengan baik dan bagaimana ia membuat hook yang menarik perhatian. Kalau sejak awal pesannya sudah tersampaikan dan penonton tertarik, mereka akan lebih menikmati konten yang kita buat,” imbuhnya.

Kemampuan komunikasi, lanjut Okan, menjadi salah satu tantangan yang perlu dilatih oleh seorang konten kreator. Terlebih ketika konten melibatkan orang lain yang belum dikenal sebelumnya. Kreator harus mampu menciptakan suasana yang nyaman agar percakapan dalam video dapat berjalan secara natural.

“Ketika bertemu orang baru, kita harus bisa membangun suasana supaya mereka nyaman untuk berbicara. Kalau komunikasinya kaku, biasanya interaksi di dalam konten juga akan terasa membosankan. Kemampuan seperti itu menurut saya harus terus dilatih,” jelasnya.

Selain kemampuan komunikasi, Okan menilai seorang kreator perlu memiliki banyak ide dan mampu melihat sebuah persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Ia terbiasa membuat daftar gagasan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis konten.

Dalam mencari inspirasi, Okan menggunakan konsep ATM, yakni amati, tiru, dan modifikasi. Menurutnya, konsep tersebut bukan sekadar menyalin karya orang lain, melainkan mengamati ide yang sudah ada kemudian mengolahnya menjadi sesuatu yang memiliki pendekatan berbeda.

“ATM itu lebih kepada bagaimana kita mengamati sesuatu yang sudah ada, kemudian mencari bagian yang bisa kita pelajari dan memodifikasinya sesuai dengan karakter kita. Jadi bukan sekadar meniru, tetapi bagaimana kita bisa memberikan sudut pandang atau pembawaan yang berbeda,” katanya.

Konsistensi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang konten kreator. Namun, Okan mengingatkan bahwa konsistensi dalam mengunggah konten tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah penonton.

Menurutnya, performa sebuah konten juga dipengaruhi oleh algoritma media sosial. Karena itu, kreator tidak seharusnya langsung berhenti membuat konten ketika salah satu unggahannya memiliki jumlah penonton yang rendah.

“Kadang kita sudah konsisten membuat konten, tetapi hasilnya belum tentu langsung terlihat. Ada konten yang kita anggap bagus tetapi penontonnya sedikit, sementara konten lain justru bisa mendapatkan respons besar. Algoritma juga punya pengaruh, jadi jangan menjadikan jumlah views sebagai satu-satunya ukuran untuk terus berkarya,” ujarnya.

Setelah meraih Juara 2 Content Creator Hunt Festival Rupiah Berdaulat Bank Indonesia, Okan juga memperoleh sejumlah peluang baru. Ia mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan video profil serta beberapa pekerjaan pembuatan konten lainnya.

Menurut Okan, kemenangan tersebut tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperoleh pengalaman, memperluas jaringan, dan membangun peluang kolaborasi baru.

“Setelah mendapatkan juara, ada beberapa kesempatan baru yang datang, termasuk terlibat dalam pembuatan video profil dan beberapa konten lainnya. Dari situ saya mendapatkan pengalaman baru sekaligus bertemu dengan lebih banyak orang. Jadi, kompetisi ini bukan hanya soal menang, tetapi juga tentang kesempatan yang muncul setelahnya,” pungkas Okan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....