Kampus Hijau UB Melejitkan Dampak Sosial hingga Lingkar Pemukiman
- 18 Sep 2026 11:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Program kelestarian lingkungan yang digagas Universitas Brawijaya tidak hanya berfokus pada pembenahan internal, melainkan juga meluas ke masyarakat luar. Komitmen pengabdian ini diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi warga sekitar kampus.
“Melalui program Kampung Lingkar Kampus, UB menerjunkan para mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah penanganan sampah di wilayah kelurahan sekitar. UB Green Campus siap bermitra dengan siapa saja untuk mendiseminasikan berbagai inovasi lingkungan hidup kepada masyarakat luas,” ujar Prof. Sri Suhartini, S.TP., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert, IPM - Kepala UPT UB Green Campus, dalam dialog Green Radio di Pro 1 RRI Malang, Jum’at (17/09/2026).
| Baca juga: Fatherless dan Dampaknya pada Emosi Anak |
Salah satu fokus utama pendampingan masyarakat ini adalah transfer teknologi budidaya maggot untuk mengolah limbah organik rumah tangga. Langkah kolaboratif tersebut dijalankan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang guna mengurangi volume sampah organik di pemukiman warga.
“Pengolahan sampah berbasis maggot ini terbukti mampu menghasilkan produk turunan bernilai ekonomi tinggi seperti pakan ternak dan pupuk organik. Hasil inovasi dosen ini kita tularkan ke masyarakat agar sampah organik dapat diolah menjadi produk bermanfaat,” tuturnya.
Selain penanganan sampah rumah tangga, UPT UB Green Campus juga melibatkan masyarakat lokal dalam aksi gerakan penanaman pohon di area UB Forest. Kegiatan penghijauan bersama ini bertujuan untuk menjaga daerah resapan air sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan Malang Raya.
“Mahasiswa yang akan mengikuti program pengabdian masyarakat juga dibekali pemahaman mendalam mengenai prinsip ekonomi sirkular dan kelestarian lingkungan. Pembekalan matang ini memastikan bahwa setiap aksi sosial yang dilakukan mahasiswa dapat memberikan dampak positif secara jangka Panjang,” tambahnya.
Pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci sukses utama pelaksanaan seluruh program lingkungan. Sinergi yang kuat antarlembaga ini secara nyata mampu mempercepat pemecahan berbagai masalah pencemaran lingkungan di tingkat lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....