Polije Terapkan Solar Dryer Berbasis PLTS untuk Petani Kopi di Bondowoso

  • 02 Okt 2026 09:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Petani kopi di Dusun Petung, Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso, mendapat dukungan teknologi untuk mengatasi kendala pengeringan hasil panen.

Politeknik Negeri Jember (Polije) menerapkan solar dryer portabel berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Sejahtera.

Selama ini, petani masih mengandalkan penjemuran biji kopi secara langsung menggunakan sinar matahari. Metode tersebut menghadapi kendala ketika kondisi cuaca tidak mendukung, sementara area untuk penjemuran juga terbatas.

Kondisi geografis Dusun Petung yang berada di wilayah pegunungan turut menjadi tantangan. Akses menuju lokasi cukup sulit, sekaligus menunjukkan keterbatasan infrastruktur dan akses energi yang tersedia bagi masyarakat.

Solar dryer yang diterapkan Polije memanfaatkan energi matahari dan memiliki kapasitas sekitar 30 hingga 40 kilogram biji kopi basah.

Ruang pengering dibuat lebih terlindung dibandingkan metode penjemuran terbuka, sehingga diharapkan dapat membantu petani mengelola proses pascapanen.

Anggota tim pelaksana Polije, Faruq Avero Azhar, mengatakan penerapan teknologi di wilayah terpencil perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan sumber energi yang tersedia.

“Teknologi yang diterapkan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga kondisi geografis dan ketersediaan energi di lokasi mitra,” ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Sebelum menerapkan teknologi tersebut, tim Polije melakukan kunjungan dan diskusi teknis bersama KTH Sejahtera. Hasil pembahasan kemudian menjadi dasar dalam perancangan dan pembuatan alat.

Setelah alat terpasang, Polije memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada petani mengenai penggunaan solar dryer. Alat tersebut selanjutnya diserahkan kepada KTH Sejahtera untuk digunakan dalam proses pengeringan kopi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat di wilayah pegunungan. Program diketuai Qanitah, S.ST., M.T., dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2025.

Penerapan solar dryer tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan proses pengeringan kopi sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan di wilayah pegunungan Bondowoso.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....