Mahasiswa Polije Kembangkan Cookies Rumput Laut

  • 16 Jun 2026 18:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan (TRP), Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije), mengembangkan inovasi pangan berbahan dasar rumput laut melalui produk Nutrisea Cookies.

Produk tersebut memanfaatkan tepung rumput laut jenis Eucheuma spinosum sebagai bahan utama. Inovasi ini digagas oleh Ivan Andrean Alfariji bersama lima mahasiswa lainnya.

Ini sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut Indonesia yang selama ini masih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Ivan mengatakan, ide pengembangan produk muncul dari keprihatinan terhadap rendahnya tingkat hilirisasi rumput laut nasional.

Melalui produk pangan olahan, mereka ingin menunjukkan bahwa bahan baku lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Dalam proses pengembangannya, tim menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dan House of Quality (HOQ) untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen sekaligus menerjemahkannya ke dalam aspek teknis produksi.

“Kami ingin membuktikan bahwa komoditas lokal yang melimpah ini dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati pasar,” ujar Ivan, Selasa (16/6/2026).

Selain mengandalkan bahan baku lokal, Nutrisea Cookies juga menawarkan nilai tambah dari sisi kesehatan. Produk tersebut mengandung serat dan antioksidan yang berpotensi menarik minat konsumen yang semakin peduli terhadap pola makan sehat.

Pihak Jurusan Teknologi Pertanian Polije menyambut positif hasil riset mahasiswa tersebut.

Inovasi ini dinilai menjadi contoh penerapan pembelajaran berbasis proyek yang mampu menghasilkan produk aplikatif dan berpotensi dikembangkan ke skala industri.

Melalui pengembangan Nutrisea Cookies, para mahasiswa berharap pemanfaatan rumput laut lokal dapat semakin luas sekaligus mendorong lahirnya produk pangan fungsional yang memiliki daya saing di pasar.

“Semoga inovasi pangan fungsional ini mampu menginspirasi generasi muda untuk mengoptimalkan potensi bahan baku lokal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....