Polije Kembangkan AI-KUSTACARE, Skrining Kusta Kini Terhubung Nakes Desa

  • 18 Agt 2026 18:59 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan aplikasi AI-KUSTACARE, untuk memperkuat deteksi dini dan pemantauan penyakit kusta berbasis layanan kesehatan masyarakat.

Inovasi tersebut diterapkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kasiyan, Kabupaten Jember, serta melibatkan tenaga kesehatan desa sebagai bagian dari upaya membangun sistem deteksi kusta yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebanyak lima kali. Kegiatan pertama dilaksanakan pada 8 Juni 2026 berupa survei lapangan dan koordinasi rencana kegiatan.

Kegiatan kedua dilaksanakan pada 17 Juli 2026 melalui pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai penyakit kusta sekaligus pengenalan aplikasi AI-KUSTACARE.

Selanjutnya, kegiatan ketiga dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 melalui kunjungan kepada penderita kusta sebagai bagian dari pendampingan dan pemantauan.

Sementara itu, kegiatan keempat dan kelima direncanakan akan dilaksanakan masing-masing pada bulan September dan Oktober 2026.

“Rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari upaya pendampingan secara berkelanjutan dalam memperkuat peran masyarakat dan tenaga kesehatan desa dalam mendukung deteksi dini serta pengendalian penyakit kusta,” kata Tegar, Selasa (18/8/2026).

Program ini dipimpin Tegar Wahyu Yudha Pratama, dengan anggota tim yaitu Sabran dan Mas'ud Hemansyah, serta melibatkan mahasiswa Assyifa Itsnainia Mustika dan Moh. Lutfi Rizalul Hakim.

AI-KUSTACARE dikembangkan sebagai sistem deteksi kusta yang lengkap dengan melibatkan tenaga kesehatan desa dan pasien sebagai pengguna.

Pengembangan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan sehingga proses deteksi dini tidak berhenti pada tahap skrining, tetapi dapat ditindaklanjuti secara lebih cepat dan terverifikasi oleh tenaga kesehatan.

Melalui aplikasi ini, masyarakat tetap dapat melakukan skrining mandiri menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) berbasis citra kulit. Setelah hasil skrining diperoleh, data tersebut akan langsung masuk ke akun tenaga kesehatan untuk dilakukan proses verifikasi.

“Dengan mekanisme ini, tenaga kesehatan dapat memantau hasil skrining masyarakat secara real-time dan menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan,” tambahnya.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan dalam pengembangan aplikasi ini adalah fitur notifikasi otomatis. Fitur tersebut memungkinkan tenaga kesehatan menerima pemberitahuan setiap kali terdapat masyarakat yang telah menyelesaikan proses skrining.

Kehadiran fitur ini membantu petugas memprioritaskan pemeriksaan lanjutan, mempercepat respons terhadap kasus yang dicurigai sebagai kusta, serta meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Selain peluncuran sistem yang dikembangkan, kegiatan pengabdian juga diisi dengan pelatihan penggunaan aplikasi kepada tenaga kesehatan desa.

Peserta diberikan pendampingan secara langsung mengenai proses login sebagai petugas, cara memverifikasi hasil skrining masyarakat, membaca hasil deteksi, memanfaatkan fitur notifikasi, hingga melakukan tindak lanjut terhadap masyarakat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai pendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Tegar juga menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan langkah untuk menciptakan sistem deteksi kusta yang lebih berkelanjutan.

"Kami tidak hanya ingin masyarakat mampu melakukan skrining secara mandiri, tetapi juga memastikan hasil skrining tersebut dapat segera diketahui oleh tenaga kesehatan sehingga tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat. Dengan demikian, AI-KUSTACARE menjadi jembatan antara masyarakat dan layanan kesehatan dalam mendukung deteksi dini kusta secara berkelanjutan," katanya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Tenaga kesehatan desa Kasiyan aktif berdiskusi mengenai implementasi aplikasi dalam pelayanan sehari-hari serta mencoba langsung seluruh fitur yang tersedia.

Pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami alur penggunaan sistem secara menyeluruh sehingga diharapkan mampu diterapkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Politeknik Negeri Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di bidang kesehatan, khususnya dalam pengendalian penyakit kusta.

Pengembangan AI-KUSTACARE diharapkan mampu memperkuat sistem surveilans berbasis masyarakat, meningkatkan kecepatan deteksi dini, memperkuat koordinasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan, serta menjadi inovasi digital yang dapat diimplementasikan di berbagai wilayah lain dalam mendukung upaya pengendalian kusta di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....