Kisah Inspiratif Cak Salam Membangun Pertanian Indonesia dari Desa
- 28 Sep 2026 19:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pertanian menjadi salah satu sektor penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat. Di tengah perubahan iklim, perkembangan teknologi, dan berkurangnya minat generasi muda terhadap profesi petani, penguatan sektor pertanian membutuhkan pengelolaan yang semakin adaptif, profesional, serta melibatkan generasi muda.
Upaya memperkuat sektor pertanian tersebut menjadi pembahasan dalam Podcast Asta Cita RRI Jember bertajuk “Vitalitas Pertanian Indonesia Songsong Kekuatan Global”, yang dipublikasikan melalui YouTube RRI Jember, Senin (28/9/2026). Podcast yang dipandu Fidi tersebut menghadirkan H. Abdus Salam Alamsyah, S.M., M.M. atau yang akrab disapa Cak Salam, tokoh pemuda dan pengusaha yang juga dipercaya sebagai Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Sebelum berbicara mengenai kebijakan pangan dan pertanian, Cak Salam membagikan perjalanan hidupnya yang berangkat dari keluarga sederhana. Ia lahir di Dusun Karangom, Desa Balungkulon, Kecamatan Balung, Jember, dari keluarga buruh tani. Sejak sekolah, ia terbiasa membantu keluarga dengan menggembala kambing dan sapi hingga bekerja sebagai kuli panggul hasil pertanian.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian membentuk pandangannya terhadap dunia pertanian. Didikan almarhum ayahnya, H. Abdul Fattah, juga menjadi salah satu bekal penting dalam kehidupannya, terutama mengenai kejujuran, kedisiplinan dalam beribadah, dan semangat untuk tidak mudah menyerah.
Cak Salam kemudian mulai merintis usaha dengan berbagai keterbatasan. Salah satunya melalui usaha penyewaan PlayStation yang berkembang hingga puluhan unit, kemudian merambah usaha TV kabel dan pengadaan material bangunan. Pengalaman berwirausaha tersebut turut membentuk pandangannya bahwa sebuah sektor, termasuk pertanian, perlu dikelola dengan pendekatan bisnis dan manajemen yang baik.
Kiprahnya di bidang pangan kemudian berlanjut melalui keterlibatannya sebagai Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan. Dalam podcast tersebut, Cak Salam menjelaskan bahwa keterlibatan dalam dunia politik dan pemerintahan dipandang sebagai salah satu ruang untuk mendorong kebijakan yang memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Jember memiliki posisi strategis dalam sektor pertanian Jawa Timur. Sejumlah komoditas menjadi kekuatan daerah, antara lain padi, kopi, kakao, edamame untuk pasar ekspor, serta tembakau seperti Na-Oogst dan Kasturi. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui pengelolaan pertanian yang mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi iklim.
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi petani. Kondisi seperti El Niño dapat memengaruhi ketersediaan air dan pola produksi pertanian. Karena itu, petani perlu meningkatkan kemampuan beradaptasi, termasuk menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi lingkungan dan memperkuat koordinasi dalam pengendalian hama.
Penguatan infrastruktur pertanian juga dinilai penting. Perbaikan saluran irigasi tersier maupun sekunder, penyediaan pompa air melalui program pompanisasi, serta pembangunan sumur bor menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian ketika kondisi cuaca tidak menentu.
Selain persoalan iklim dan infrastruktur, regenerasi petani menjadi tantangan lain bagi masa depan pangan Indonesia. Cak Salam mendorong generasi Z dan milenial untuk melihat pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai bidang usaha yang memiliki peluang ekonomi apabila dikelola secara profesional.
Pengelolaan tersebut antara lain dilakukan dengan menghitung biaya produksi atau harga pokok produksi, menentukan komoditas berdasarkan kondisi pasar, serta menerapkan manajemen usaha yang terukur. Dengan pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak lagi memandang sektor pertanian sebagai pilihan pekerjaan yang kurang menjanjikan.
Dukungan kebijakan juga menjadi bagian dari ekosistem pertanian. Dalam pembahasan tersebut, Cak Salam menyoroti pentingnya kepastian harga hasil pertanian dan akses permodalan, termasuk Kredit Usaha Rakyat atau KUR, sehingga petani memiliki ruang untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas.
Penguatan pertanian juga berkaitan dengan sejumlah program dalam Asta Cita. Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, misalnya, dapat memiliki keterkaitan dengan perekonomian desa serta penyerapan hasil produksi masyarakat. Perbaikan rumah tidak layak huni juga dipandang sebagai bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Di sisi lain, Cak Salam menilai keberhasilan pembangunan sektor pangan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, generasi muda, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai program dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Perjalanan hidup Cak Salam yang berangkat dari keluarga buruh tani hingga terlibat dalam sektor kebijakan pangan menjadi gambaran bahwa pengalaman di lapangan dapat menjadi bekal dalam memahami persoalan pertanian. Dari pengalaman tersebut, pertanian tidak hanya dilihat sebagai aktivitas produksi pangan, tetapi juga sebagai sektor yang berkaitan dengan ekonomi, lapangan kerja, lingkungan, dan masa depan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....