Teladani Ki Ronggo, 150 Guru Bondowoso Ziarah ke Makam dan Tanam Pohon
- 09 Sep 2026 18:30 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Sebanyak 150 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kabupaten Bondowoso mengikuti kegiatan PAI Berziarah 2026 di kompleks Makam Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo, Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda ziarah dan mengenang tokoh sejarah. Para guru diajak menggali sekaligus meneladani nilai perjuangan, pengabdian, kepemimpinan, dan keteguhan Raden Bagus Asra dalam membangun Bondowoso.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso, Moh Ali Masyhur, mengatakan usia dan jabatan seseorang memiliki batas. Namun, kebaikan serta pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan tetap dikenang.
“Pada waktunya, usia akan berhenti dan jabatan juga akan berakhir. Yang kemudian tetap dikenang adalah kebaikan dan pengabdian yang kita tinggalkan selama menjalankan amanah,” ungkapnya.
Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan dengan peran guru PAI. Sebab, tugas seorang guru tidak berhenti pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter peserta didik.
“Guru PAI memiliki peran yang luar biasa. Tugasnya bukan hanya membantu menyiapkan masa depan anak-anak, tetapi juga membangun karakter dan menyiapkan generasi yang memiliki bekal lahir maupun batin,” ujarnya.
Ali juga menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para guru PAI dalam membangun dunia pendidikan sekaligus kehidupan masyarakat di Bondowoso.
“Kami bangga dapat membersamai guru-guru PAI. Semoga setiap langkah dan pengabdian yang dilakukan mendapat ridha dari Allah SWT,” harapnya.
| Baca juga: Puluhan PPPK di Bondowoso Mengundurkan Diri |
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diajak mengenal lebih dekat perjalanan hidup Raden Bagus Asra yang kemudian dikenal sebagai Ki Ronggo. Berdasarkan kisah yang disampaikan keturunan kelimanya, perjalanan Raden Bagus Asra bermula dari Pamekasan, Madura.
Saat Perang Kelesap pada 1743, Raden Bagus Asra yang kala itu masih berusia sekitar enam tahun dibawa keluarganya menyeberang ke Pulau Jawa. Setibanya di Besuki, ia bertemu Kiai Patih Alus yang kemudian memberikan pendidikan sekaligus membentuk jiwa kepemimpinannya.
Setelah dewasa, Raden Bagus Asra diangkat sebagai anak Bupati Besuki Suroadikusumo. Ia kemudian dipercaya menjalankan berbagai tugas pemerintahan.
Pada 1789, Raden Bagus Asra mendapat amanah untuk membuka wilayah baru di kawasan selatan Besuki. Dengan bekal dua ikat jagung dan seekor kerbau bule bernama Si Melati, ia memulai perjalanan hingga tiba di wilayah yang kini menjadi pusat Kabupaten Bondowoso.
Di kawasan tersebut, Si Melati berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan. Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu bagian dari perjalanan Raden Bagus Asra dalam membuka permukiman dan membangun pemerintahan baru di wilayah Bondowoso.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Raden Bagus Asra juga mendirikan Masjid At-Taqwa pada 1809. Ia dikenal menjalani tirakat dan puasa selama 41 hari hingga memperoleh petunjuk spiritual yang berkaitan dengan angka 17.
Raden Bagus Asra kemudian dilantik sebagai penguasa wilayah pada 17 Agustus 1819. Tanggal tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Bondowoso.
Kisah perjalanan Ki Ronggo tersebut menjadi refleksi bagi para guru untuk meneladani nilai perjuangan, kepemimpinan, keteguhan, serta pengabdian yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rangkaian PAI Berziarah 2026 kemudian ditutup dengan kegiatan penanaman pohon di sekitar kawasan makam. Penanaman tersebut menjadi simbol bahwa kebaikan tidak cukup hanya dikenang, tetapi juga harus terus ditanam dan dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Nilai tersebut dinilai sejalan dengan tugas seorang guru. Sebagaimana pohon yang ditanam dan dirawat agar tumbuh serta memberikan manfaat, ilmu dan karakter yang ditanamkan guru kepada peserta didik juga diharapkan tumbuh menjadi bekal kehidupan di masa depan.
Melalui kegiatan PAI Berziarah 2026, para guru PAI tidak hanya diajak mengenang perjalanan sejarah Ki Ronggo, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian, kepedulian terhadap lingkungan, serta tekad untuk meninggalkan kebaikan yang dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....