Menteri Pariwisata Apresiasi JFC yang Eksis hingga Dua Dekade
- 26 Jul 2026 18:04 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardana mengapresiasi event Jember Fashion Carnaval atau JFC 2026 yang digelar selama tiga hari sejak 24 Juli hingga Ahad, 26 Juli 2026 di Alun-alun Jember.
"Atas nama Menteri Pariwisata, saya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan JFC serta semua pihak yang terlibat selama dua dekade menjaga semangat JFC," ujarnya mengawali sambutan.
Menurutnya, Jember Fashion Carnaval merupakan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
"Hari ini kita berkumpul, tidak hanya untuk menyaksikan sebuah karnaval. Kita merayakan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas dan mengenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Widiyanti.
JFC menjadi salah satu kebanggaan Indonesia dan telah menunjukkan bahwa karya besar tidak selalu lahir dari kota besar. Karena penggagas JFC, almarhum
Dynand Fariz berasal dari pinggiran kota di Kabupaten Jember.
"Dulu, hanya Dynan Fariz yang melihat sesuatu yang mungkin belum dilihat banyak orang saat itu. Bahwa jalan-jalan di Jember dapat menjadi panggung dunia dan bahwa budaya Indonesia dapat diperkenalkan kepada dunia melalui bahasa yang dipahami semua orang, yakni kreativitas," bebernya.
Dari sebuah mimpi yang lahir di Jember, tumbuh sebuah gerakan yang kini menginspirasi banyak daerah di Indonesia yakni JFC yang secara konsisten menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara.
"JFC empat kali masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara, program unggulan Kementerian Pariwisata. Dan pada tahun 2017, Presiden Republik Indonesia menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval Dunia," bebernya.
Tema JFC tahun ini "HEAL" (Humanity, Earth and Life) yang diterjemahkan ke dalam delapan defile oleh ribuan talent dari berbagai daerah di Indonesia. Tema ini membawa pesan tentang kepedulian terhadap manusia, bumi, dan kehidupan.
"Di hadapan kita hari ini tidak sekadar melintas kostum-kostum yang memukau. Yang sedang melintas adalah kisah Indonesia. Ada jejak peradaban, ada kearifan lokal, ada warisan budaya, dan ada identitas bangsa yang diterjemahkan menjadi karya-karya kreatif kelas dunia," ungkapnya.
Katanya, berbagai karya JFC telah mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume di berbagai ajang beauty pageant seperti Miss Universe dan Miss Supranational melalui kostum yang dibawakan oleh para putri terbaik Indonesia.
"Ketika masyarakat internasional semakin mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya tersebut, tumbuh pula keinginan untuk datang, menyaksikan, dan merasakan langsung pengalaman yang ditawarkan Indonesia. Inilah kekuatan soft power Indonesia," ucapnya.
Di era saat ini, citra sebuah bangsa tidak hanya dibangun melalui diplomasi di ruang-ruang perundingan, tetapi juga melalui budaya dan kreativitas yang mampu menyentuh hati masyarakat dunia.
"Setiap karya yang lahir dari JFC bukan hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga memperkuat atau membangun koneksi orang per orang," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan JFC tidak hanya diukur dari megahnya pertunjukan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakatnya. Pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC berhasil menarik lebih dari 1 juta pengunjung selama 3 hari pelaksanaan.
Pengunjung tidak hanya masyarakat lokal namun juga wisatawan mancanegara dari Jepang, Singapura, dan Australia, serta memperoleh apresiasi luas atas skala kreativitas, inovasi visual, dan dampak budayanya.
"Inilah esensi pariwisata berkualitas yang terus kami dorong. Pariwisata bukan hanya tentang menghadirkan lebih banyak wisatawan, tetapi tentang menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak manfaat ekonomi, lebih banyak ruang untuk pelaku seni, UMKM, dan masyarakat untuk tumbuh bersama," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....