Kekeringan Meluas, BPBD Jember Catat 10 Kecamatan Terdampak

  • 16 Sep 2026 01:26 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Dampak musim kemarau di Kabupaten Jember terus meluas. BPBD Kabupaten Jember mencatat hingga saat ini ada 10 kecamatan yang mengalami kekeringan.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan sebelumnya kekeringan tercatat di 8 kecamatan. Kemudian meluas ke 2 kecamatan lainnya, yaitu Mayang dan Tempurejo.

Selain itu, kata dia, wilayah terdampak kekeringan lainnya meliputi Kecamatan Pakusari, Kalisat, Silo, Jelbuk, Bangsalsari, Sumbersari, Rambipuji, dan Patrang.

“Di Kecamatan Tempurejo, BPBD baru saja menyelesaikan asesmen di Desa Sidodadi. Hasilnya, sekitar 120 kepala keluarga terdampak kekurangan air bersih,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Senin (14/9/2026).

BPBD Jember berencana menyalurkan air bersih dalam satu hingga dua hari ke depan. Sebanyak satu tangki berkapasitas 5.000 liter akan digunakan untuk mengisi empat tandon di wilayah terdampak.

Edy menjelaskan, masyarakat tidak harus menunggu laporan berjenjang dari tingkat RT hingga kecamatan untuk mendapatkan penanganan.

Dalam kondisi darurat, warga dapat langsung menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan pemerintah maupun Pusdalops BPBD.

“Setiap laporan tetap akan ditindaklanjuti dengan asesmen untuk memastikan kondisi sumber air dan tingkat kebutuhan masyarakat sebelum distribusi air dilakukan,” katanya.

Menurut Edy, BPBD tidak menetapkan batas minimal jumlah keluarga sebagai satu-satunya ukuran untuk menentukan pemberian bantuan.

Bahkan, jika hanya 10 kepala keluarga yang mengalami kekeringan dan lokasinya jauh dari sumber air, distribusi air tetap dapat dilakukan setelah melalui asesmen.

Namun, penanganan diprioritaskan untuk wilayah pedesaan. Sementara untuk kawasan perumahan, penyediaan fasilitas air sebagai bagian dari penanganan kekeringan menjadi tanggung jawab pengembang sesuai ketentuan.

Ia mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk segera melaporkan kondisi tersebut, agar dapat dilakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....