Penanganan Kekeringan, BPBD Bondowoso Siapkan Solusi Permanen
- 02 Okt 2026 13:55 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso telah menyalurkan sekitar 1,5 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan sepanjang Mei hingga September 2026. Bantuan tersebut disalurkan sebagai langkah kedaruratan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak.
Kalaksa BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan, penyaluran air dilakukan sebanyak sekitar 300 ritasi selama periode tersebut. Dropping air menjadi langkah yang dilakukan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.
“Jadi sudah kami paparkan mulai Mei sampai September, kita sudah melakukan dropping air sebanyak 1,5 juta liter,” kata Kristianto dalam Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan di Ruang Arabika, Pemkab Bondowoso, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, penanganan melalui dropping air merupakan langkah yang bersifat mendesak. Karena itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan skema penanganan permanen agar persoalan kekeringan tidak terus berulang dengan pola penanganan yang sama setiap tahun.
“Dengan ritasi sebanyak 300. Itu yang bisa kami penuhi dulu karena ini memang sifatnya mendesak. Tahun depan sudah kita mulai tata untuk permanennya,” ujarnya.
Kristianto menjelaskan, pemerintah daerah telah mengerucutkan delapan titik sebagai lokasi prioritas penanganan kekeringan. Delapan titik tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dan akan ditangani secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun.
Bentuk penanganan akan disesuaikan dengan potensi sumber air di masing-masing wilayah. Pemerintah daerah menyiapkan tiga alternatif, yakni sumur bor, perpipaan gravitasi, maupun pembangunan penampungan air.
Selain itu, sejumlah pengeboran untuk kebutuhan tertentu juga telah dilakukan pada tahun 2026. Pengeboran tersebut antara lain berada di lokasi yang telah dipetakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Sementara di sektor pertanian, terdapat pula program pengeboran untuk kebutuhan irigasi. Pemerintah daerah akan memetakan kemungkinan pemanfaatan sumber air tersebut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.
“Ketika itu pengeboran untuk keperluan irigasi, program dari pertanian. Itu memang kalau bisa dimanfaatkan juga untuk masyarakat yang membutuhkan air itu nanti dilakukan, nanti dipetakan,” ungkap Kristianto.
Ke depan, penanganan kekeringan akan dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. BPBD, Perkim, Dinas Pertanian, BSBK, dan OPD lainnya akan mengintegrasikan program sesuai kewenangan untuk mempercepat penyediaan sumber air yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....