Krisis Air Bersih Meluas, PMI Jember Kini Tangani Tujuh Wilayah
- 01 Okt 2026 22:01 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember memperluas distribusi bantuan air bersih ke tujuh wilayah, yang mengalami krisis air bersih.
Perluasan cakupan dilakukan setelah Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, menjadi titik baru yang membutuhkan bantuan. Hal itu disampaikan Sekretaris PMI Jember, Ghufron Eviyan Efendy.
Ia mengatakan, sebelumnya PMI menangani enam titik kekeringan. Mulai Kamis, 1 Oktober 2026, PMI melakukan assessment di Desa Mangaran sekaligus menyiapkan pendistribusian tandon dan air bersih.
“Kami masih assessment dulu ya, ada berapa kepala keluarga (KK). Kemudian sumber mata air yang kering, kita masih belum dapat informasi, teman-teman masih bergerak di lapangan,” katanya.
Menurut Ghufron, penentuan wilayah penerima bantuan didasarkan pada hasil assessment terhadap kebutuhan dasar air bersih rumah tangga.
Wilayah yang menjadi prioritas adalah kawasan yang sumber airnya mengering dan tidak terjangkau jaringan PDAM.
“Assessment kekeringan itu untuk kebutuhan dasar rumah tangga yang dibutuhkan air bersih untuk minum, memasak, itu tidak ada. Artinya sumur kering dan tidak terjangkau oleh saluran PDAM, itu yang kita prioritaskan,” ujarnya.
Untuk Desa Mangaran, kata dia, PMI masih melakukan pendataan jumlah kepala keluarga yang terdampak serta kondisi sumber air yang mengalami kekeringan.
Informasi sementara menyebutkan krisis air hanya dialami sebagian masyarakat desa. Ghufron mengatakan hasil assessment menjadi dasar untuk menentukan distribusi bantuan.
“Setelah pendataan selesai, pengiriman air bersih dapat langsung dilakukan pada hari yang sama atau keesokan harinya. Saat ini PMI Jember mendistribusikan air bersih dua kali setiap hari,” kata dia.
Selain tujuh titik yang sudah ditangani, PMI juga menerima surat dari BPBD Jember terkait tiga desa yang membutuhkan bantuan.
Namun, distribusinya masih disesuaikan dengan jadwal dan kapasitas pengiriman yang tersedia.
Terkait dampak kesehatan, PMI Jember sejauh ini belum menerima laporan keluhan kesehatan yang secara langsung berkaitan dengan krisis air bersih di wilayah terdampak.
Ghufron mengimbau warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih segera melapor kepada PMI atau BPBD Jember.
Laporan tersebut diperlukan agar petugas dapat melakukan assessment dan menentukan kebutuhan bantuan di lapangan.
“Kondisi kekeringan masih berpotensi berlangsung seiring berlanjutnya musim kemarau hingga memasuki Oktober,” katanya.
Selain Desa Mangaran, PMI Jember sebelumnya telah menangani sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
Di antaranya Kecamatan Pakusari, termasuk Dusun Bunder dan Desa Sumberpinang, Kecamatan Sukorambi di Dusun Darungan Utara dan Desa Jubung, Perumahan Rengganis di Kelurahan Antirogo, serta wilayah Kecamatan Sumbersari.
“Masih ada wilayah lainnya yang juga mengalami kekeringan dan itu sebagian wilayah ditangani BPBD Jember. Jadi kami bagi tugas untuk mendistribusikan air bersih itu,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....