Jurnalis Bondowoso Doakan Wartawan Hilang di Selat Sunda

  • 13 Sep 2026 17:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Sejumlah jurnalis dan aparat kepolisian di Kabupaten Bondowoso menggelar doa bersama untuk lima wartawan dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Doa bersama berlangsung khidmat dan haru di Alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso, pada Minggu, 13 September 2026 sore.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas insan pers di Bondowoso terhadap para jurnalis dan kru kapal yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Koordinator aksi, Nanang Ervandi, menegaskan komunitas jurnalis memberikan dukungan dan solidaritas tanpa batas kepada seluruh korban serta keluarga yang tengah menanti kabar.

"Kami menegaskan bahwa tidak ada berita seharga nyawa. Keberadaan setiap pekerja media di medan bahaya adalah wujud dedikasi tertinggi bagi ruang publik," ujar Nanang di lokasi.

Ia juga mendorong tim gabungan untuk terus mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi terhadap seluruh korban yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

"Kami terus mendukung seluruh pihak terkait, khususnya tim SAR gabungan untuk memaksimalkan pencarian tanpa lelah melalui jalur laut maupun udara," ujarnya.

Nanang menyampaikan doa dan dukungan moral kepada keluarga para korban yang masih menunggu kepastian kondisi anggota keluarganya.

"Doa dan keteguhan hati kami menyertai keluarga yang sedang menanti," tambahnya.

Sebelumnya, kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan kemudian hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin sore saat dalam perjalanan menuju lokasi peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan manifest rombongan, lima jurnalis yang berada di kapal tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews TV, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Sementara tiga kru kapal yang turut hilang kontak masing-masing Warta selaku nakhoda kapal, Sukarman atau Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu atau guide.

Hingga kini, pencarian terhadap delapan orang tersebut masih menjadi perhatian berbagai pihak. Solidaritas dari komunitas jurnalis dan dukungan kepada tim SAR terus disuarakan agar proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....