PMI Jember Gandeng Pondok Pesantren Jaring Pendonor Pemula

  • 12 Sep 2026 01:31 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Palang Merah Indonesia (PMI) Jember menggandeng lingkungan pondok pesantren untuk memperluas partisipasi donor darah, khususnya dari kalangan generasi muda.

Salah satunya melalui aksi donor darah di Pondok Pesantren Nurul Islam (PP Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Nuris itu melibatkan pengurus yayasan, guru, siswa, serta para santri. Dari aksi kemanusiaan itu, terkumpul 36 kantong darah untuk mendukung ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah PMI Jember.

Ketua PMI Jember Zainollah mengatakan, keterlibatan lingkungan pesantren dalam donor darah menjadi salah satu cara untuk menanamkan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Menurutnya, santri dan pelajar tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik dan keagamaan, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

“Kami mengapresiasi Pondok Pesantren Nuris yang menggerakkan yayasan, guru, santri, dan siswa untuk ikut menjadi bagian dari penyelamatan nyawa melalui donor darah," ujarnya.

PMI Jember berharap kegiatan serupa dapat berkembang di lebih banyak pondok pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya.

Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, keterlibatan pendonor pemula juga penting untuk menjaga keberlanjutan donor darah dari kalangan generasi muda.

Sementara itu, Majelis Pengasuh sekaligus Kepala SMP Nuris Jember, Gus Rahmatulloh Rijal, menilai donor darah sejalan dengan pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan pesantren.

Menurutnya, pendidikan santri perlu berjalan seimbang antara bekal agama, kemampuan akademik, dan kepekaan terhadap lingkungan sosial.

“Donor darah mengajarkan kepada santri bahwa membantu sesama bisa dilakukan dengan berbagai cara. Setetes darah yang diberikan sangat berarti bagi orang lain yang membutuhkan," katanya.

Donor darah menjadi salah satu bentuk nyata mengajarkan santri untuk membantu orang lain tanpa melihat siapa penerimanya.

Pengalaman menjadi pendonor pemula dirasakan Fifi, salah satu santri MA Nuris Jember. Ia mengaku sempat merasa tegang sebelum menjalani proses donor darah.

Namun, setelah mencobanya, ia justru merasa senang karena dapat berkontribusi membantu orang lain.

Kegiatan donor darah tersebut sekaligus menjadi upaya PMI Jember memperkenalkan donor darah kepada generasi muda sejak dini, sehingga kepedulian terhadap aksi kemanusiaan dapat terus berlanjut di lingkungan masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....