Mengenal Yakuza Maneges: Merangkul Kaum Marginal dari "Jalur Kiri" menuju Kebaikan
- 29 Sep 2026 17:31 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Nama "Yakuza" umumnya identik dengan sindikat kejahatan dan dunia kelam Negeri Sakura. Namun, anggapan tersebut ditepis oleh hadirnya komunitas Yakuza Maneges wilayah Jember. Berbeda dengan stereotip seram yang melekat, Yakuza Maneges merupakan sebuah organisasi sosial spiritual yang berfokus pada gerakan kemanusiaan, pendampingan masyarakat terzalimi, hingga edukasi hukum di akar rumput. Komunitas yang cikal bakalnya berasal dari Kediri ini resmi mendeklarasikan kepengurusan wilayah Jember di Pendopo Kabupaten.
Makna di balik nama "Yakuza" dalam komunitas ini ternyata merupakan sebuah akronim filosofis. Ketua Yakuza Maneges Wilayah Jember, Eko Mulyadi, menjelaskan bahwa nama tersebut mencerminkan transformasi perjalanan hidup ke arah yang lebih baik. "Yakuza sebenarnya itu akronim dari singkatan: yang awalnya kotor, ujungnya zuhud abadi. Jadi kita merangkul kaum-kaum marginal, istilah kita itu jalur kiri yang nanti diarahkan ke jalur kanan," ungkap Eko Mulyadi pada Senin, 28 September 2026. Sementara kata "Maneges" diambil dari nama belakang pendiri komunitas, Den Gusto Broto Maneges, yang berartikan ketegasan dan kebijaksanaan.
Sebagai organisasi sosial, Yakuza Maneges sangat terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial maupun masa lalu seseorang. Pintu keanggotaan dibuka lebar, termasuk bagi masyarakat jalanan yang ingin memperbaiki diri bersama-sama. Eko Mulyadi menambahkan, "Siapapun yang mau bergabung dengan Yakuza kita terbuka, enggak harus dari kalangan pondok pesantren... Teman-teman yang di jalan, yang masa silamnya kelam kemudian kepingin bersama-sama kembali ke jalan yang lurus," terangnya pada Senin, 28 September 2026. Pendekatan merangkul ini juga dilakukan secara persuasif melalui kegiatan santai seperti agenda kumpul motor bersama (touring) dan ngobrol santai.
Salah satu pilar utama gerakan komunitas ini terletak pada divisi legal formal yang siap memberikan bantuan hukum cuma-cuma. Divisi hukum bertugas memilah serta menangani aduan warga yang membutuhkan keadilan, terutama masyarakat miskin yang tak berdaya menghadapi kezaliman. Anggota Divisi Legal Formal Yakuza Maneges, Abdul Kasim, menegaskan fungsi hadirnya tim hukum di komunitas mereka. "Tujuannya adanya tim hukum itu ketika ada masyarakat atau warga yang membutuhkan atau mengadu, kamilah yang pertama kali menghadapi... Fokus utama kita perlindungan perempuan dan anak, dan yang kedua tentang orang-orang terzalimi," jelas Abdul Kasim pada Senin, 28 September 2026.
Semangat pengabdian tanpa pamrih menjadi fondasi bagi para pengacara yang tergabung dalam pendampingan kasus Yakuza Maneges. Anggota tim legal lainnya, Iwan Setiawan, menekankan bahwa seluruh pendampingan hukum dilakukan berasaskan kesukarelaan. "Sifatnya kita itu lillahi taala, enggak ada biaya dan sebagainya... Kita di sini mewakafkan diri kita kepada Yakuza ini, bahwasanya dengan sedikit ilmu hukum kita bisa membantu masyarakat khususnya di Jember," tutur Iwan Setiawan pada Senin, 28 September 2026. Beberapa kasus kekerasan serta permasalahan hukum di lingkungan pendidikan dan masyarakat telah berhasil dikawal oleh tim ini.
Ke depan, Yakuza Maneges berkomitmen untuk mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi hukum ke sekolah-sekolah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi. Komunitas ini juga resmi meluncurkan hotline pengaduan masyarakat untuk mempermudah warga yang membutuhkan bantuan hukum gratis. Melalui sinergi bersama aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan ormas lainnya, Yakuza Maneges membuktikan bahwa sebuah nama hanyalah label, sementara niat tulus dan aksi nyata di jalan kebaikan adalah hal utama yang mendefinisikan jati diri mereka di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....