Pastikan Stok BBM Aman, Fawait Imbau Warga Tidak Panic Buying

  • 08 Sep 2026 01:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan akibat kelangkaan BBM.

Pemerintah Kabupaten Jember menyebut kondisi tersebut terjadi karena gangguan distribusi dari depo Banyuwangi menuju wilayah Tapal Kuda.

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, pasokan BBM secara nasional maupun di Kabupaten Jember masih dalam kondisi aman.

Gangguan yang terjadi berada pada rantai distribusi, sehingga berdampak terhadap ketersediaan BBM di sejumlah SPBU dalam waktu tertentu.

“Evaluasi berkala terus kami lakukan melalui rapat koordinasi untuk mengawal penanganan taktis di lapangan," ujarnya, Senin (7/9/2026).

Menurut Fawait, kendala distribusi dari Banyuwangi menuju Jember telah terjadi sebanyak tiga kali. Gangguan tersebut juga berdampak terhadap sejumlah daerah lain di kawasan Tapal Kuda.

Pemkab Jember sebelumnya telah menyampaikan protes kepada Pertamina terkait lambatnya penanganan dan mitigasi gangguan distribusi tersebut.

Namun, pemerintah daerah memilih mendorong penyelesaian bersama agar kondisi segera kembali normal.

Sebagai langkah penanganan, Pertamina telah menambah pasokan BBM di atas kuota harian normal.

Penambahan tersebut diharapkan dapat mempercepat penguraian antrean dan memulihkan distribusi BBM di Jember dalam beberapa hari ke depan.

Fawait mengatakan, pemerintah daerah bersama DPRD Jember terus melakukan evaluasi melalui koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan.

“Pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying,” ujarnya.

Pemkab Jember juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila antrean BBM terus memanjang hingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Salah satu opsi yang dapat diterapkan dalam kondisi darurat adalah pemberlakuan work from home (WFH) serta pembelajaran secara daring.

Meski demikian, Fawait menilai dampak ekonomi dari gangguan distribusi BBM tersebut masih relatif terbatas, karena persoalan bersifat lokal di wilayah Tapal Kuda dan tidak berkaitan dengan krisis energi global.

Untuk jangka panjang, Pemkab Jember juga meminta Pertamina tidak hanya mengandalkan depo Banyuwangi sebagai sumber pasokan BBM untuk wilayah Tapal Kuda.

Pemerintah daerah mengusulkan adanya jalur pasokan alternatif dari terminal di Surabaya maupun Malang.

Diversifikasi sumber pasokan dinilai penting untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas di jalur utama Banyuwangi yang berpotensi kembali menghambat distribusi BBM.

Pemkab Jember mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait isu kelangkaan BBM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....