Lansia Hilang Saat Cari Blarak Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru

  • 02 Sep 2026 01:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Seorang perempuan lanjut usia bernama Akna (86), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari daun kelapa kering atau blarak untuk bahan membuat sapu lidi, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Sampean Baru, Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Selasa, 1 September 2026.

Korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Pramuka Bondowoso, serta sejumlah potensi SAR lainnya.

Danpos Basarnas Jember, Jefriansyah, mengatakan korban ditemukan setelah tim SAR gabungan mendapat laporan dari warga. Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi terapung di aliran sungai.

"Alhamdulillah, korban pukul 10.30 WIB berkat laporan dari warga berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya pukul 11.00 WIB korban kita evakuasi menuju rumah duka," ujar Jefriansyah.

Menurut dia, lokasi penemuan korban berada sekitar 300 meter dari lokasi kejadian atau titik terakhir korban diduga mengalami kecelakaan. Posisi korban ditemukan pada arah sekitar 50 derajat dari lokasi kejadian.

Petugas menduga korban terjatuh ke sungai saat sedang mencari pelepah daun kelapa. Namun, penyebab pasti korban berada di sungai masih dalam penanganan pihak berwenang.

Proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat kondisi medan yang cukup curam. Dari area persawahan menuju dasar sungai, terdapat perbedaan ketinggian sekitar 20 meter.

Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban menggunakan teknik estafet dari bantaran sungai menuju permukaan area persawahan sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka.

"Kesulitannya medannya cukup curam. Dari pelantaran sawah hingga dasar sungai itu kurang lebih 20 meter. Jadi, kita dengan teknik estafet melakukan evakuasi dari bantaran sungai, kemudian ke permukaan sawah dan dilanjutkan ke rumah duka," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Prajekan AKP Hadi Sugono mengatakan korban ditemukan setelah pencarian dilakukan sejak pagi hari. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun, terdapat sejumlah luka yang diduga kemungkinan terjadi akibat benturan dengan batu atau medan di aliran sungai.

"Korban ditemukan di sungai dalam keadaan sudah meninggal. Tidak ada bekas kekerasan. Ada bekas luka yang mungkin dimungkinkan karena terbentur batuan atau paras, karena di sungai banyak batuan," kata Hadi.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah terakhir kali terlihat pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB di area persawahan dan kebun mangga dekat Jembatan Merah, Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan.

Perempuan kelahiran Bondowoso, 1 Januari 1940 itu diketahui sehari-hari mencari pelepah daun kelapa untuk dijadikan bahan pembuatan sapu lidi. Menurut keterangan kepolisian, aktivitas tersebut memang rutin dilakukan korban.

Hadi menyebut korban telah berusia lanjut dan memiliki kondisi mudah lupa atau pikun.

" Korban juga memiliki riwayat demensia yang diduga berkaitan dengan faktor usia," paparnya.

Data dihimpun, saat terakhir terlihat korban mengenakan jarik berwarna cokelat, kaos, serta ikat kepala berwarna biru. Sebelum tim SAR gabungan dikerahkan, keluarga dan warga telah melakukan pencarian mandiri dengan menyisir sejumlah lokasi yang biasa dikunjungi korban.

Pencarian kemudian diperluas di sekitar titik terakhir korban terlihat hingga radius sekitar enam kilometer. Upaya tersebut melibatkan petugas gabungan dan masyarakat hingga akhirnya korban ditemukan di Sungai Sampean Baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....