PROMAHADESA UNEJ Kenalkan Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Kamal

  • 30 Agt 2026 03:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) melalui Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) Kamal 2026 mengenalkan teknologi sederhana untuk membantu petani mengendalikan hama, sekaligus menentukan kebutuhan pemupukan tanaman.

Program pengabdian yang digelar bersama Kelompok Tani Serba Usaha Desa Kamal tersebut memanfaatkan Light Trap sebagai alat pemantauan dan pengendalian hama, serta Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk mengetahui kondisi unsur hara tanah.

Ketua Gapoktan Serba Usaha, Kusairi, menyebut bahwa serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) masih menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi petani.

Selama ini, penanganan hama umumnya dilakukan dengan bantuan petugas pertanian ketika terjadi serangan.

"OPT menjadi salah satu permasalahan yang paling sering dikeluhkan petani. Apabila terjadi serangan hama atau penyakit, biasanya dilaporkan kepada petugas BPP untuk dilakukan tindakan preventif,” katanya, Sabtu (29/8/2026).

Melalui pendampingan mahasiswa, petani kemudian dilibatkan langsung dalam pembuatan hingga pemeliharaan Light Trap. Sebanyak 12 unit alat berhasil dibuat dan dipasang di lahan jagung serta tembakau milik kelompok tani.

Pemantauan selama 10 hari menunjukkan sejumlah serangga terperangkap, mulai dari serangga herbivor, predator, parasitoid hingga polinator.

Jenis yang paling banyak ditemukan adalah ngengat yang pada fase larva dapat berkembang menjadi ulat dan berpotensi menyerang tanaman jagung maupun tembakau.

Hasil pemantauan tersebut dapat menjadi informasi bagi petani untuk mengetahui keberadaan dan populasi hama di lahan.

Dengan demikian, penggunaan pestisida dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan tidak semata-mata mengandalkan penyemprotan secara rutin.

“Populasi hama yang paling banyak terjerat itu ngengat yang jika pada fase larva menjadi ulat yang dapat menyerang tanaman jagung maupun tembakau. Selain itu banyak serangga nokturnal lainnya,” katanya.

Selain pengendalian hama, tim PROMAHADESA juga memberikan pelatihan penggunaan PUTS. Petani diajak mengambil sampel tanah, melakukan pengujian, hingga membaca hasilnya secara langsung.

Pengujian pada lahan mitra menunjukkan kandungan nitrogen (N) dan kalium (K) berada pada kategori rendah, fosfor (P) sedang, dengan pH tanah sebesar 6.

Informasi tersebut dapat menjadi acuan dalam menentukan kebutuhan pemupukan sesuai kondisi tanah dan tanaman.

Tim PROMAHADESA Kamal juga menyerahkan buku panduan pembuatan Light Trap dan penggunaan PUTS kepada kelompok tani.

Panduan tersebut diharapkan membantu petani melanjutkan pemanfaatan teknologi secara mandiri setelah program pendampingan mahasiswa selesai.

Melalui penerapan kedua teknologi tersebut, PROMAHADESA UNEJ mendorong petani Desa Kamal agar semakin mampu melakukan pemantauan hama dan kondisi tanah secara mandiri.

Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pengendalian hama dan pemupukan lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia secara berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....