Mahasiswa Jepang ke Situbondo, Puji Permainan Tradisional
- 19 Agt 2026 04:33 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Permainan tradisional yang merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) mendapat pujian dari mahasiswa Jepang.
Sosuke Joko, mahasiswa dari Fakultas Computer Science, Osaka University mengaku, permainan tradisional di Jepang punya kemiripan dengan permainan yang ada di Situbondo, seperti tarik tambang dan klompen.
"Di Jepang ada juga permainan tarik tambang, saya juga suka bermain itu," ujarnya sembari menunjuk sekumpulan anak-anak yang sedang bermain tarik tambang di Alun-alun Situbondo, Selasa, 18 Agustus 2026.
Kana Kawabata, yang juga mahasiswa Osaka University French Department mengaku senang melihat permainan tradisional yang dimainkan anak-anak usia SD dengan penuh keceriaan, kekompakan dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Suka lihat mereka, ceria dan kompak. Permainan ini harus dilestarikan, tetap dipertahankan," bebernya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat membuka Festival Permainan Tradisional mengatakan bahwa Pemkab Situbondo berkeinginan untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang selama ini ditinggal.
"Gempuran gadget sudah menggeser permainan tradisional menjadi permainan online yang bisa diakses dari gadget. Permainan yang cenderung menjadikan anak menyendiri, malas bergerak dan ketergantungan," ujar Bupati Rio.
Memang tidak mudah untuk kembali membiasakan permainan tradisional, Bupati Rio memulainya dengan kebijakan, dimana setiap kecamatan harus melaksanakan permainan tradisional hingga menjadi sebuah kebiasaan.
"Setiap kecamatan harus melaksanakan kegiatan permainan tradisional, minimal setiap Agustus, sehingga permainan itu kembali menjadi sebuah kebiasaan anak-anak kita," ucap Bupati Rio.
Permainan tradisional yang dimainkan dan dilombakan di Kabupaten Situbondo dalam rangka memperingati Harjakasi dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di antaranya, dakon, lompat tali, yoyo, bekel, dan klompen.
"Semua permainan ini melatih kekompakan, kebersamaan, sportivitas, dan banyak lagi manfaat lainnya, dibandingkan hanya bermain gadget atau game online," ungkapnya.
Informasi dihimpun RRI, belasan mahasiswa dari Universitas Osaka, Jepang, sengaja datang ke Situbondo untuk melihat langsung Festival Permainan Tradisional yang dilaksanakan Pemkab Situbondo.
Berkunjung ke Situbondo, menjadi bagian dari agenda kegiatan Summer Course of Coffee mahasiswa Universitas Jember bersama mahasiswa asal Jepang. Selain melihat permainan tradisional, mereka juga berkunjung ke lokasi Kopi Kayumas di Kecamatan Arjasa, Situbondo.
"Kita pengen kenalkan kopi di Situbondo, tapi kita juga mengenalkan permainan tradisional yang digelar pemerintah daerah, seru dan menginspirasi," ucap Koordinator Program Summer Course of Coffee Unej, Ali Wafa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....