Water Bombing 12 Rit Diterjunkan untuk Padamkan Api di Kawasan Ranupani

  • 28 Agt 2026 21:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Petugas gabungan melakukan penanganan terpadu kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (28/8/2026).

Hingga pukul 17.00 WIB, api telah menghanguskan area seluas kurang lebih 160 hektare di sejumlah titik Blok Ledok Bedor, Blok Jantur, Ranukembang, Ayak-ayak, Watu Rejeng, hingga Ranu Kumbolo dan Puncak Trisula.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan penanganan dilakukan sejak pagi oleh tim gabungan yang terdiri dari TNBTS, BPBD Lumajang, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Pada hari Jumat, tanggal 28 Agustus 2026, bertempat di kawasan hutan TNBTS Desa Argosari dan Desa Ranupane Kecamatan Senduro dilaksanakan penanganan terpadu kebakaran hutan oleh tim gabungan," ujar Isnugroho saat dikonfirmasi RRI Jumat 28 Agustus 2026

Operasi dimulai pukul 08.00 WIB dengan apel kesiapan personel BPBD Lumajang. Tim kemudian dibagi menjadi 2. Tim 1 bergerak ke Blok Ledok Bedor Desa Argosari dan melakukan pemadaman manual di bawah koordinasi TNBTS mulai pukul 09.45 WIB.

Sementara Tim 2 berangkat ke Resort Ranupane untuk koordinasi, lalu menyisir jalur pendakian Ranu Kumbolo menggunakan 2 unit trail. Tim ini sekaligus memantau pergerakan helikopter water bombing.

Untuk mempercepat pemadaman, 2 unit helikopter diterjunkan di wilayah TNBTS. Satu unit Helikopter PK-DAP BPBD Provinsi Jawa Timur dengan kapasitas 1.000 liter melakukan water bombing, dan satu unit lainnya melakukan pemantauan.

Dalam 2 sortie, helikopter PK-DAP melakukan 12 rit total 12.000 liter air. Sortie pertama pukul 09.00-10.00 WIB sebanyak 7 rit di titik Ayak-ayak, Watu Rejeng, dan Ranupani. Sortie kedua pukul 10.24-11.00 WIB sebanyak 5 rit.

Namun operasi udara dihentikan pukul 11.00 WIB karena angin cukup kencang. Helikopter kemudian kembali ke Lanud Abd. Rahman Saleh untuk siaga.

Berdasarkan asesmen TNBTS dan Kepolisian, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

BPBD mencatat tidak ada korban jiwa. Kerugian material berupa terbakarnya pohon stigi hutan, cemara gunung, ranting, rumput kering dan basah, serta vegetasi hutan lainnya.

"Lokasi obyek terbakar berada pada tebing dengan kemiringan sangat terjal, dan angin yang cukup kencang sehingga mengganggu penerbangan helikopter untuk penanganan water bombing," jelas Isnugroho.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh kegiatan pendakian dan wisata di kawasan TNBTS ditutup hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Saat kejadian tidak ada pendaki maupun wisatawan di area Ranu Kumbolo.

Tim TNBTS juga memberlakukan sistem rolling piket di shelter Ranu Kumbolo untuk mencegah titik api meluas ke Oro-Oro Ombo.

Hingga sore tim telah kembali ke Pos TNBTS Desa Ranupani pukul 15.20 WIB, dan seluruh personel tiba di Mako BPBD Lumajang pukul 17.00 WIB.

Koordinasi terus dilakukan bersama Camat Senduro, Kapolsek Senduro, Danramil Senduro, dan Resort TNBTS Ranupane. BPBD juga melaporkan perkembangan penanganan kepada pimpinan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....