Water Bombing Mulai Padamkan Karhutla Kawah Ijen

  • 06 Sep 2026 14:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen memasuki tahap baru. Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur tiba di Paltuding, Banyuwangi, pada Minggu pagi, 6 September 2026, dan langsung dikerahkan untuk memadamkan titik api di kawasan hulu yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Operasi udara dilakukan setelah Pemkab Banyuwangi menetapkan status tanggap darurat karhutla dan mengajukan dukungan helikopter kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemadaman diprioritaskan untuk mencegah api meluas ke jalur pendakian dan kawasan hutan di sekitarnya.

“Alhamdulillah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water bombing direspons cepat oleh Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur, semoga kebakaran di Kawah Ijen segera padam,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu 6 September 2026.

Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur, Bagio, menjelaskan operasi pemadaman dari udara difokuskan di sekitar jalur pendakian karena merupakan kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Untuk operasi pemadaman ini, kita prioritaskan jalur pendakian,” ujar Bagio.

Menurut Bagio, intensitas penyiraman belum dapat ditentukan karena bergantung pada kondisi cuaca dan kecepatan angin di kawasan Gunung Ijen. Berbeda dengan operasi di Gunung Semeru yang memiliki sumber air lebih dekat, helikopter di Ijen harus menyesuaikan lokasi pengambilan air.

Untuk mendukung operasi tersebut, BPBD memanfaatkan dua embung milik Medco Geothermal sebagai sumber air terdekat. Ke depan, BPBD Jawa Timur juga mengusulkan pembangunan embung khusus di kawasan Ijen agar penanganan kebakaran lebih cepat jika kejadian serupa terulang.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Murniawan, mengatakan helikopter diarahkan memadamkan dua titik api utama yang masih aktif. Salah satunya berada di jalur yang mengarah ke pendakian, sedangkan titik lainnya bergerak menuju lereng bawah yang berpotensi merembet ke Gunung Ranti.

“Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti,” kata Patria.

Selama operasi pemadaman berlangsung, kawasan TWA Kawah Ijen masih ditutup sementara untuk wisatawan. Petugas gabungan terus melakukan pemantauan visual guna menentukan titik api prioritas sebelum helikopter melakukan penyiraman dari udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....