Ipuk Usulkan Water Bombing Padamkan Kebakaran Ijen
- 05 Sep 2026 13:23 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajukan dukungan helikopter water bombing kepada BPBD Jawa Timur dan Kantor SAR Surabaya untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Ijen. Usulan itu disampaikan setelah meninjau langsung lokasi kebakaran pada Jumat, 4 September 2026.
Ipuk bersama Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jawa Timur, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, dan Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono memantau titik api hingga Pos 4 Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Dari hasil pemantauan, puluhan titik api masih terlihat membakar kawasan hulu dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Kami sudah cek langsung bersama tim. Terpantau masih ada puluhan titik api dari medium hingga high. Karena itu semua sepakat mengusulkan pemadaman menggunakan helikopter water bombing,” kata Ipuk, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Ipuk, kontur pegunungan yang curam, akses yang sulit dijangkau, serta banyaknya vegetasi membuat pemadaman dari darat belum mampu menjangkau seluruh titik api. Karena itu, dukungan pemadaman melalui udara dinilai menjadi langkah paling efektif agar api tidak terus meluas.
“Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti, agar api tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.
Selain mengusulkan water bombing, Pemkab Banyuwangi juga memperkuat dukungan logistik bagi petugas gabungan yang berjaga selama 24 jam. Ipuk mengatakan pihaknya akan memanfaatkan embung milik Medco Geothermal Energy sebagai sumber suplai air, sekaligus mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan relawan dan personel di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana menjelaskan kobaran api telah merembet hingga Pos 4 jalur pendakian Kawah Ijen. Upaya pemadaman terus dilakukan, namun terkendala medan ekstrem, keterbatasan sumber air, dan akses kendaraan menuju lokasi.
“Kami upayakan dua unit mobil tangki mengambil posisi terdekat yang bisa dijangkau untuk menyuplai empat unit mobil double cabin,” kata Partana.
Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember Purwantono memastikan jalur pendakian Kawah Ijen ditutup sementara demi keselamatan masyarakat. Ia menyebut kebakaran diperparah oleh banyaknya rumput alang-alang, semak belukar, dan material kering yang mudah terbakar, sementara luas area terdampak masih dalam proses pendataan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....