Water Bombing Ijen Ditunda, PAdamkan Dua Titik Api di Ijen

  • 06 Sep 2026 18:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen menggunakan helikopter water bombing belum dapat menuntaskan seluruh sasaran pada Minggu, 6 September 2026. Dari empat titik api yang diprioritaskan, baru dua titik berhasil dipadamkan sebelum operasi dihentikan akibat cuaca.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan pemadaman dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan di darat dengan dukungan helikopter water bombing milik BPBD Provinsi Jawa Timur. Empat titik api telah dipetakan sebagai prioritas karena berada di kawasan yang sulit dijangkau personel.

“Dari empat titik yang direncanakan, hari ini baru dua titik yang berhasil dipadamkan. Sisanya akan dilanjutkan besok,” kata Partana.

Operasi udara berlangsung hingga sekitar pukul 14.38 WIB. Namun, kondisi cuaca yang memburuk membuat helikopter tidak dapat melanjutkan penyiraman demi keselamatan penerbangan.

Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur Bagio menjelaskan, intensitas penyiraman dari udara memang tidak bisa ditentukan secara pasti. Operasi helikopter sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kecepatan angin di kawasan Gunung Ijen.

Menurut Bagio, berbeda dengan operasi water bombing di Gunung Semeru yang memiliki sumber air relatif dekat, helikopter di Ijen harus menyesuaikan lokasi pengambilan air sehingga durasi setiap sorti menjadi lebih dinamis.

Untuk mendukung operasi tersebut, BPBD memanfaatkan dua embung milik Medco Geothermal sebagai sumber air terdekat. Ke depan, BPBD Jawa Timur juga mengusulkan pembangunan embung khusus di kawasan Ijen agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat apabila kejadian serupa kembali terjadi.

Meski water bombing dihentikan, petugas gabungan tetap melakukan pemantauan dan pemadaman manual di sejumlah titik yang masih dapat dijangkau. BPBD Banyuwangi memastikan operasi pemadaman dari udara akan dilanjutkan pada Senin, 7 September 2026, dengan kembali menyasar dua titik api yang masih aktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....