Pemerintah Lumajang Diminta Terapkan Aturan Pola Tanam Serentak untuk Tekan Hama

  • 27 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Kelompok tani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendesak Pemerintah Kabupaten segera menetapkan aturan pola tanam serentak. Aturan tegas dinilai penting agar seluruh petani di satu hamparan sawah bisa mulai bertanam dalam waktu yang bersamaan.

Desakan itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Harapan Satu Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Yulianto, Rabu 26 Agustus 2026. Menurutnya, tanam serentak memiliki dampak langsung terhadap pengendalian hama dan efisiensi pengelolaan lahan.

"Beberapa keuntungan penting dari sistem tanam serempak yakni mampu mengendalikan hama. Populasi hama seperti tikus dan wereng dapat ditekan karena tidak berpindah-pindah tempat makan dari petak satu ke petak lainnya," kata Yulianto.

Ia menjelaskan, ketika tanam dilakukan tidak bersamaan, hama akan terus berpindah mencari tanaman yang masih muda. Dengan jadwal tanam yang sama, siklus hidup hama dan penyakit bisa diputus secara efektif sehingga potensi gagal panen menurun dan hasil menjadi lebih maksimal.

Keuntungan lain yang disorot adalah efisiensi air irigasi. Yulianto menyebut pengaturan air di saluran menjadi lebih mudah, teratur, dan adil karena seluruh lahan membutuhkan air pada fase pertumbuhan yang sama.

Senada, Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Jawa Timur, Iskak Subagio, menambahkan tanam serentak juga berdampak pada sisi ekonomi petani.

"Dengan adanya tanam serentak, petani bisa hemat biaya dan tenaga. Penggunaan alat mesin pertanian serta tenaga kerja untuk mengolah tanah, menanam, hingga memanen bisa dilakukan secara bersamaan dan efisien," ujar Iskak.

Selain menekan biaya produksi, tanam serentak juga membuat waktu panen menjadi seragam. Kondisi itu membuat kualitas gabah lebih seragam dan memperkuat posisi tawar petani di pasaran.

"Ketika waktu panen bersama, gabah yang masuk ke pasar juga bersamaan. Kualitasnya seragam, sehingga harga jual bisa lebih baik," jelasnya.

Iskak menilai aspek sosial tidak kalah penting. Pola tanam bersama diyakini dapat memperkuat kebersamaan antarpetani dalam satu wilayah.

"Ketika adanya model tanam serentak maka akan memperkuat kebersamaan satu petani dengan petani yang lainnya," tutupnya.

Hingga saat ini, penerapan tanam serentak di Lumajang masih berjalan secara sukarela antar kelompok tani. Para petani berharap ada regulasi dari pemerintah daerah agar pola ini bisa diterapkan menyeluruh dan terjadwal, terutama pada hamparan sawah yang menggunakan sumber irigasi yang sama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....