Gunung Semeru Mengeluarkan Letusan dan Suara Gemuruh
- 10 Sep 2026 22:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang– Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Rabu 10 September 2026, pukul 07.56 WIB. Letusan disertai suara gemuruh sedang tersebut tercatat di seismogram, meskipun tinggi kolom abu tidak dapat teramati.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Semeru di Gunung Sawur, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 50 detik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, berdasarkan data dari petugas Pos Pantau Gunung Semeru menyatakan saat ini status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga.
“Dengan status Siaga, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG maupun pemerintah setempat,” ujar Isnugroho kepada RRI, Kamis 10 September 2026.
PVMBG melalui KESDM Badan Geologi merilis tiga poin rekomendasi utama bagi masyarakat dan wisatawan:
1. Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, warga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran material pijar.
3. Mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang paling rawan meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak Sungai Besuk Kobokan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas pos pengamatan masih terus memonitor aktivitas vulkanik Semeru. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan BPBD dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....