Gunung Semeru Mengalami Beberapa Kali Letusan

  • 12 Sep 2026 19:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, tercatat dua kali letusan dengan kolom abu setinggi 500 sampai 700 meter pada periode pengamatan 12 September 2026 pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi PVMBG menyebutkan letusan tersebut mengeluarkan kolom asap berwarna putih kelabu tebal dan condong ke arah timur laut.

"Secara visual gunung tampak jelas hingga tertutup kabut 0-II sampai 0-III. Asap kawah tidak teramati selain dari letusan," tulis petugas pengamat Agastya Rajendra dalam laporan yang dirilis PVMBG.

Selain letusan, seismograf merekam 26 kali gempa letusan dengan amplitudo 13-23 mm dan durasi 78-182 detik. Aktivitas lain yang tercatat meliputi 5 kali gempa guguran, 3 kali hembusan, dan 4 kali tremor harmonik.

Cuaca di sekitar puncak pada periode tersebut terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dengan suhu udara berkisar 22-26°C.

Dengan kondisi ini, PVMBG mempertahankan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga.

Menindaklanjuti status tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sejumlah titik rawan.

Imbauan utama ditujukan untuk sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar.

"Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Isnugroho.

BPBD Lumajang terus berkoordinasi dengan PVMBG dan aparat desa di lereng Semeru untuk memantau perkembangan dan memastikan jalur evakuasi dalam kondisi siap.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....