Sedekah Desa Wonokerto Dipadukan dengan Jenggolo Tape Fest

  • 19 Agt 2026 05:54 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang – Tradisi Sedekah Desa di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, dipadukan dengan upaya mengenalkan potensi lokal melalui Jenggolo Tape Fest 2026. Kegiatan yang digelar di kawasan Bukit Jenggolo, Minggu, 16 Agustus 2026, itu menghadirkan tradisi berbagi hasil bumi, seni budaya, dan produk lokal.

Puncak kegiatan ditandai pembagian 5 tumpeng hasil bumi kepada masyarakat. Selain itu, panitia membagikan 5.000 porsi tape ketan secara gratis yang menjadi salah satu produk unggulan dalam Jenggolo Tape Fest.

Kepala Desa Wonokerto Tupin mengatakan Sedekah Desa menjadi bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Tradisi tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbagi dengan keluarga dan kerabat.

“Untuk Sedekah Desa, masyarakat Wonokerto bersedekah dengan menghadirkan sanak saudaranya. Bersedekah juga memberikan hidangan dan apa pun yang bisa diberikan untuk saudara dan keluarganya,” kata Tupin.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sehari sebelumnya melalui khotmil Quran yang digelar di 21 titik di Desa Wonokerto. Pada puncak acara, tradisi berbagi hasil bumi dipadukan dengan berbagai pertunjukan seni budaya masyarakat.

Sejumlah kesenian yang ditampilkan antara lain jaran kencak, kuda lumping, bantengan, tari topeng Kaliwungu, karapan sapi, hingga kesenian khas masyarakat Madura. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman budaya yang berkembang di Desa Wonokerto.

Tupin berharap Jenggolo Tape Fest dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya tanpa menghilangkan nilai tradisi Sedekah Desa. Pengembangan kegiatan juga akan dilakukan dengan mengevaluasi pelaksanaan tahun ini.

“Insyaallah nanti akan kita lanjutkan di tahun-tahun berikutnya dengan berbagai koreksi sehingga akan menjadi daya tarik untuk para pengunjung,” ujar Tupin.

Selain menjadi lokasi kegiatan budaya, Bukit Jenggolo tengah dikembangkan sebagai kawasan agrowisata. Kawasan seluas 21 hektare yang berada di atas tanah kas desa tersebut memiliki sejumlah potensi, di antaranya kolam ikan, pisang emas, dan tanaman tebu.

Pemerintah Desa Wonokerto mengalokasikan pemanfaatan tanah kas desa dan kawasan Bukit Jenggolo dalam APBDes 2026 dengan target Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp300 juta. Target tersebut meningkat dibandingkan PADes 2025 yang tercatat Rp97 juta.

Kawasan Bukit Jenggolo juga mulai menarik wisatawan dari luar daerah. Tupin menyebut wisatawan dari Lampung dan Bali pernah berkunjung, termasuk wisatawan asal Belanda.

“Alhamdulillah, ada tetangga juga dari Belanda datang ke sini untuk menikmati Bukit Jenggolo,” kata Tupin.

Melalui Jenggolo Tape Fest, Desa Wonokerto berupaya mengembangkan potensi desa dengan tetap mempertahankan tradisi Sedekah Desa. Hasil bumi, seni budaya, produk lokal, dan kawasan agrowisata dipadukan untuk memperkenalkan potensi Wonokerto kepada masyarakat yang lebih luas.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....