Wisata Tak Hanya Berfoto, Taman Baca Hijau di Olean Jadi Ruang Belajar

  • 12 Agt 2026 11:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Berwisata tidak selalu harus diisi dengan bermain, makan, atau sekadar mengambil foto untuk media sosial. Di Desa Olean, Situbondo, aktivitas wisata mulai dipadukan dengan ruang literasi melalui konsep Taman Baca Hijau.

Hal tersebut dibahas dalam Dialog Jember Menyapa di Pro 1 RRI Jember dengan tema “Wujudkan Merdeka Literasi Melalui Taman Baca Hijau” pada Rabu, 12 Agustus 2026. Dialog menghadirkan Ketua Pelaksana Pengelola Taman Baca Hijau, Dyan Yuliana, S.Pd., M.Kom., dan Ketua Pokdarwis Desa Olean, Mustawan.

Dyan mengatakan gagasan Taman Baca Hijau muncul setelah melihat anak-anak yang berkunjung ke kawasan wisata lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain, menggunakan gawai, atau sekadar menikmati fasilitas yang tersedia. Dari kondisi tersebut, muncul ide menyediakan ruang baca yang nyaman agar anak-anak dan orang tua dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih produktif.

Konsep tersebut dibuat berbeda dari ruang baca pada umumnya dengan memanfaatkan suasana alami di tengah kawasan wisata yang dikelilingi tanaman. Dyan menyebut ruang baca juga perlu dibuat nyaman, aman, menarik, dan ramah anak agar aktivitas membaca tidak dianggap sebagai kegiatan yang membosankan.

Menurut Dyan, koleksi bacaan juga tidak seharusnya hanya berisi buku pendidikan. “Jadi bukunya memang harus bervariasi,” ujarnya, dengan mencakup tema kesehatan, sanitasi, pertanian, perikanan, dan berbagai pengetahuan lain yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mustawan melihat keberadaan taman baca dapat memperkuat konsep wisata edukasi di Desa Olean. Aktivitas membaca dapat dipadukan dengan kegiatan wisata dan pembelajaran, sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati tempat wisata tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar.

Pengelolaan Taman Baca Hijau juga diarahkan menjadi bagian dari paket wisata edukasi agar keberadaannya tidak sekadar menjadi tempat yang dilewati pengunjung. Salah satu konsep yang dikembangkan adalah menggabungkan kunjungan ke taman baca dengan kegiatan edukasi pertanian, termasuk aktivitas belajar dan tanya jawab yang dapat dilanjutkan kembali melalui bahan bacaan.

Bagi generasi muda, konsep tersebut memperluas makna literasi dari sekadar membaca buku menjadi kegiatan memahami dan memanfaatkan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Ruang literasi di kawasan wisata juga dapat menjadi alternatif aktivitas yang membuat waktu luang lebih produktif tanpa harus sepenuhnya bergantung pada gawai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....