Inovatif, SMKN 3 Bondowoso Konversi Motor dan Mobil BBM Jadi Hybrid
- 12 Agt 2026 13:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - SMKN 3 Bondowoso mengembangkan inovasi konversi sepeda motor dan mobil berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan hybrid. Inovasi tersebut memungkinkan kendaraan menggunakan dua sumber energi, yakni Pertalite dan gas LPG.
Kendaraan hasil inovasi guru dan siswa SMKN 3 Bondowoso itu mendapat perhatian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang datang meninjau langsung pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kepala SMKN 3 Bondowoso, Daris Wibisono, mengatakan inovasi tersebut lahir dari upaya sekolah mendorong siswa jurusan teknik menghasilkan teknologi yang efektif dan efisien.
Menurutnya, sistem yang dikembangkan memungkinkan kendaraan berpindah sumber energi secara otomatis maupun sesuai kebutuhan pengendara.
"Untuk sepeda motor, efisiensinya bisa hemat sampai 60 persen," ujar Daris.
Ia mencontohkan, biaya sekitar Rp20 ribu yang sebelumnya digunakan untuk membeli sekitar dua liter Pertalite dengan jarak tempuh kurang lebih 80 kilometer, dapat dialihkan untuk membeli LPG subsidi.
Setelah dikonversi menjadi bahan bakar kendaraan hybrid, LPG tersebut diklaim mampu digunakan untuk menempuh jarak hingga 245 kilometer.
Sementara pada kendaraan roda empat, satu tabung LPG dengan harga yang sama dapat digunakan untuk menempuh jarak sekitar 70 hingga 100 kilometer, bergantung pada kecepatan kendaraan.
| Baca juga: Pendaki Gunung Raung Naik Tiga Kali Lipat |
Daris mengatakan, sistem tersebut juga dirancang fleksibel. Pengendara dapat beralih dari Pertalite ke LPG maupun sebaliknya.
"Sistem kontrolnya fleksibel. Pengendara bisa langsung berganti dari Pertalite ke gas, begitu juga sebaliknya," jelasnya.
Sekolah juga telah melakukan sejumlah pengujian terhadap kendaraan tersebut. Salah satunya melalui uji jalan hingga Kabupaten Lumajang.
Pengujian keamanan dilakukan dengan menempatkan tabung LPG di bagian luar kendaraan dan terpapar kondisi cuaca panas. Untuk mobil pikap, tabung LPG ditempatkan di luar kabin.
| Baca juga: Pendaki Gunung Raung Naik Tiga Kali Lipat |
"Tabung gas pada mobil pikap kami tempatkan di luar, tidak di dalam kabin. Hasilnya aman," tegas Daris.
Tidak hanya menggunakan LPG subsidi, sekolah juga telah memperhitungkan penggunaan LPG nonsubsidi apabila LPG subsidi sulit diperoleh. Menurut Daris, kendaraan masih berpotensi lebih hemat dibandingkan penggunaan BBM secara penuh.
SMKN 3 Bondowoso kini tengah menyiapkan inovasi tersebut agar dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah proses menuju status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Melalui program Teaching Factory, siswa tidak hanya dilibatkan dalam proses produksi dan pengembangan teknologi, tetapi juga dikenalkan dengan pengelolaan keuangan secara nyata, termasuk arus kas.
"Saat ini kami sedang dalam proses menuju BLUD," terangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....