Menteri PPPA: Festival Egrang Jadi Modal Sosial Jember untuk Penguatan SDM

  • 09 Agt 2026 01:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Festival Egrang XIV dinilai bukan sekadar kegiatan budaya. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, mendukung tumbuh kembang anak serta pemberdayaan perempuan.

Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, saat menghadiri puncak Festival Egrang XIV di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, kekuatan utama Festival Egrang terletak pada prosesnya yang tumbuh dari kesadaran masyarakat atau grassroots.

Keterlibatan anak, perempuan, dan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi modal sosial, yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Jember.

“Ini berangkat dari kesadaran masyarakat, bagaimana bisa mensinergikan, mengkolaborasikan potensi yang dimiliki oleh anak-anak, oleh perempuan-perempuan dan masyarakat di Tanoker Ledokombo,” ujarnya.

Arifah mengatakan, kolaborasi masyarakat semakin penting di tengah tantangan yang dihadapi anak dan keluarga. Salah satunya penggunaan media sosial yang tidak bijak.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari. Namun perlu diimbangi dengan pendampingan agar anak memperoleh manfaat tanpa terpapar dampak negatif.

“Ini dua mata sisi, satu sisi ini sangat manfaat. Tapi kalau anak-anak tidak didampingi dalam penggunaan gadget, maka ini akan memberikan dampak negatif,” katanya.

Ia menyebut, pemerintah saat ini mendorong Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman (Gernas RANA) bagi anak, yang mencakup lingkungan keluarga, ruang publik, pendidikan, hingga ruang digital.

Menurut Arifah, upaya menciptakan ruang aman bagi anak tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi membutuhkan kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi kehadiran Menteri PPPA yang dinilai menjadi momentum memperkuat sinergi antara program pemerintah pusat dan daerah.

Fawait menegaskan Pemkab Jember berkomitmen memenuhi hak dasar masyarakat, termasuk anak dan kelompok lanjut usia, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

“Festival Egrang ini luar biasa ya, tumbuh dari bawah, dari Ledokombo, dan mudah-mudahan jadi percontohan untuk daerah-daerah yang lainnya di Kabupaten Jember,” katanya.

Festival Egrang XIV tahun ini mengusung tema Membangun Harmoni Komunitas Melalui Permainan Tradisi dan melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas generasi, etnis, serta agama.

Sebanyak 20 defile ditampilkan, termasuk ruang khusus bagi anak-anak disabilitas dan kelompok lansia.

Melalui kegiatan tersebut, Festival Egrang tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga membawa pesan tentang inklusivitas, perdamaian, dan pentingnya membangun lingkungan yang aman bagi anak dan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....