Festival Egrang XIV Jadi Momentum Penguatan Ruang Bersama Indonesia
- 10 Agt 2026 21:19 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, menjadi salah satu ruang awal penguatan Ruang Bersama Indonesia (RBI), program yang digagas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Komitmen tersebut ditandai dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen RBI oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Ledokombo dalam Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo, Sabtu (8/8/2026).
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, RBI dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
Menurutnya, RBI tidak semata-mata dimaknai sebagai pembangunan ruang fisik. Tapi wadah bersama bagi pemerintah, masyarakat, keluarga, komunitas, dan berbagai pihak untuk bersinergi menyelesaikan persoalan di tingkat desa.
“Ruang Bersama Indonesia ini jangan diartikan sebagai adanya ruang fisik, tetapi lebih kepada ruang kolaborasi dari seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan,” kata Arifah.
Ia menjelaskan, sejumlah persoalan seperti stunting, perkawinan anak, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu instansi. Untuk itu, kolaborasi hingga tingkat desa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan RBI.
Ia menyebut, ada sejumlah faktor yang turut memicu tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di antaranya kemiskinan, pola asuh, penggunaan media sosial yang tidak bijak, lingkungan, serta perkawinan anak.
“Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Dalam konteks itu, Arifah menilai kegiatan berbasis komunitas seperti Festival Egrang di Ledokombo memiliki peran penting.
Permainan tradisional dinilai dapat menjadi alternatif bagi anak untuk mengisi waktu luang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
Menurutnya, permainan tradisional juga memiliki nilai pendidikan karakter karena mendorong anak untuk bekerja sama, saling mendukung, belajar antre, serta bersikap jujur.
“Apa yang dilakukan Tanoker Ledokombo bahkan telah berjalan lebih dahulu dibandingkan inisiasi pemerintah dalam mendorong permainan tradisional sebagai bagian dari upaya perlindungan anak,” katanya.
Ia berharap, komitmen RBI yang dibangun di Ledokombo dapat menjadi sarana untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara bersama-sama dan memperkuat lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Direktur Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek mengatakan, Festival Egrang XIV merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur. Mulai dari pemerintah, masyarakat, komunitas, hingga kelompok lintas generasi.
Menurutnya, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan permainan tradisional. Tapi membawa misi untuk membangun Ledokombo sebagai lingkungan yang layak dan menyenangkan bagi masyarakat, terutama anak-anak.
“Kami bangga di kesempatan ini Ibu Menteri mengumandangkan sesuatu yang baik untuk Indonesia, yaitu RBI. Ruang Bersama Indonesia dan Ledokombo dipilih untuk menjadi tempat itu,” katanya.
Menurutnya, deklarasi yang dilakukan bersama para kepala desa menjadi momentum penting untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan perubahan di tingkat masyarakat.
Ciciek berharap, komitmen tersebut tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi menjadi awal transformasi yang melibatkan anak-anak, perempuan, keluarga, serta seluruh masyarakat di Ledokombo.
Festival Egrang XIV sendiri melibatkan 21 penampil dari berbagai unsur. Di antaranya sekolah, komunitas, kelompok disabilitas, organisasi sosial keagamaan, serta kelompok lintas generasi dan lintas etnis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....