Pertengahan Tahun, Puluhan Kasus Kebakaran Terjadi di Bondowoso

  • 23 Jul 2026 15:35 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Angka kejadian kebakaran di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami peningkatan pada 2026. Hingga Juli tahun ini, Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso telah menangani 48 kejadian kebakaran.

Jumlah tersebut mendekati total kejadian kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 57 kasus. Artinya, dalam kurun waktu tujuh bulan, jumlah kebakaran pada 2026 telah mencapai 84,2 persen dibandingkan total kasus selama setahun penuh pada 2025.

Berdasarkan perhitungan rata-rata, pada 2025 terjadi sekitar 4,75 kasus kebakaran setiap bulan. Sementara hingga Juli 2026, rata-rata kejadian meningkat menjadi sekitar 6,85 kasus per bulan.

Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan kejadian kebakaran yang ditangani petugas memiliki beragam objek, mulai dari rumah warga, gudang tembakau, lahan, hingga fasilitas pendidikan.

"Meningkat, kami sudah melakukan proses pemadaman lebih dari 48 kali," ujar Vara Tedy saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

Salah satu kebakaran terbesar terjadi di gudang tembakau di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, pada 22 Juni 2026. Selain itu, kebakaran juga menghanguskan Pertashop di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, pada 15 Juni 2026.

Rangkaian kejadian tersebut juga mengakibatkan korban luka. Dalam kebakaran Pertashop, tiga pekerja mengalami luka bakar. Sementara dalam kebakaran di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, seorang pria lanjut usia mengalami sesak napas akibat kekurangan oksigen.

"Iya, untuk yang Pertashop ada tiga orang korban luka, sedangkan yang di Tapen ada satu orang," terang Vara.

Menurut Vara, mayoritas kebakaran dipicu korsleting listrik. Beberapa di antaranya disebabkan penggunaan pengisi daya atau charger ponsel yang lupa dicabut, serta arus pendek akibat sambungan kabel yang kurang tertata.

Damkar Satpol PP Bondowoso pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi pemicu kebakaran. Masyarakat diminta memastikan peralatan listrik telah dicabut ketika tidak digunakan serta mematikan kompor sebelum meninggalkan rumah.

Sementara itu, Kecamatan Tapen menjadi salah satu wilayah yang mencatatkan dua kejadian kebakaran dalam beberapa pekan terakhir. Terbaru, gedung Koperasi SDN 1 Cindogo terbakar pada Rabu (22/7/2026) malam.

Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik. Bangunan ludes terbakar dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp35 juta.

Camat Tapen, Sidik Waluyo, mengatakan pihak kecamatan terus berupaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bersama tim Damkar pada 3 Agustus 2026 mendatang.

"Kami akan mengadakan pelatihan APAR pada 3 Agustus mendatang. Tujuannya agar masyarakat paham cara penggunaan dan pemeliharaannya," kata Sidik.

Pelatihan tersebut rencananya akan diikuti kepala desa, sekretaris desa, kepala kampung, pihak puskesmas, serta perwakilan sekolah tingkat SMA/SMK.

Sidik menambahkan, pihak kecamatan juga telah melakukan pendataan ketersediaan APAR sejak 2025. Hasil pendataan mencatat terdapat 22 unit APAR yang tersebar di desa-desa, empat unit di puskesmas, dua unit di SMA Tapen, dan tujuh unit di SMK Tapen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....