Karhutla Jember Capai 38 Kejadian, Lereng Argopuro Jadi Perhatian

  • 16 Sep 2026 01:29 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di tengah musim kemarau panjang di Kabupaten Jember. Hingga pertengahan September 2026, BPBD Jember mencatat ada 38 kejadian karhutla yang telah ditangani bersama tim gabungan.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan dari 38 kejadian itu, 9 merupakan kebakaran hutan dan 29 kebakaran lahan.

“Penanganan dilakukan bersama pemadam kebakaran, TNI-Polri, serta relawan. Hari ini yang paling mengkhawatirkan, tetapi jauh dari pemukiman, itu adalah lereng-lereng Argopuro,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Senin (14/9/2026).

Titik api di wilayah tersebut, kata Edy, telah terpantau sejak 12 September lalu dan masih sulit ditangani melalui jalur darat, karena berada di medan yang terjal dan jauh dari jangkauan petugas.

Berdasarkan laporan pemantauan di lapangan, kebakaran di kawasan tersebut telah membakar sekitar 488 hektare lahan. Kondisi angin turut membuat api berpotensi membesar.

“Karena itu, BPBD Jember berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BKSDA untuk memperkuat penanganan,” katanya.

Salah satu upaya yang disiapkan yakni pemadaman melalui udara atau water bombing menggunakan helikopter yang dikoordinasikan BPBD Provinsi Jawa Timur, karena lokasi titik api berada di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau.

Sementara itu, penyebab kebakaran di lereng Argopuro masih belum dapat dipastikan. BPBD belum menyimpulkan apakah titik api dipicu aktivitas manusia maupun faktor lainnya.

Edy mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau yang masih berlangsung. Terlebih, kebakaran di kawasan terbuka dapat meluas dan mendekati permukiman apabila tidak segera ditangani.

Ia meminta masyarakat berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan ikut mencegah munculnya titik api baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....