RSD dr Soebandi Belum Temukan Kasus Influenza A

  • 21 Sep 2026 01:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - RSD dr. Soebandi Jember belum menemukan pasien yang terkonfirmasi mengalami influenza tipe A. Ini menyikapi informasi adanya peningkatan kasus influenza tipe A di Surabaya.

Sementara itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA pada anak di rumah sakit tersebut juga tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSD dr. Soebandi Jember, dr. Saraswati mengatakan, peningkatan kasus ISPA sempat terjadi pada awal musim kemarau, terutama sekitar Juni hingga Juli.

“Saat itu kan kondisi udara yang lebih dingin pada pagi hari turut menjadi salah satu kondisi yang menyertai peningkatan kunjungan,” ujarnya, Minggu (20/9/2026).

Namun, jumlah kasus kemudian berangsur menurun. Saat ini, pasien ISPA yang ditangani di poli anak RSD dr. Soebandi berkisar dua hingga lima kasus.

Sebagai rumah sakit rujukan tipe B, sebagian pasien yang ditangani merupakan rujukan dari puskesmas maupun rumah sakit lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Sejumlah kasus rujukan anak justru berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan nutrisi, gangguan perkembangan, hingga penyakit seperti onkologi, kardiologi, dan epilepsi,” katanya.

Untuk kasus ISPA, Saraswati menyebut belum terlihat peningkatan yang signifikan pada pasien rawat inap. Pasien yang menjalani perawatan umumnya merupakan kasus dengan kondisi lebih berat.

Sementara terkait informasi mengenai meningkatnya kasus influenza A di Surabaya, Saraswati memastikan hingga kini belum ada kasus influenza tipe A yang terkonfirmasi di RSD dr. Soebandi.

Ia mengingatkan, kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus adalah bayi berusia di bawah satu tahun, terutama di bawah enam bulan.

“Pada usia tersebut kan, daya tahan tubuh masih rentan dan saluran pernapasan relatif lebih sempit sehingga infeksi dapat lebih cepat mengganggu pernapasan,” katanya.

Ia meminta para orang tua menjaga kondisi anak tetap optimal dengan mencukupi nutrisi, cairan, dan waktu istirahat. Pencegahan penularan juga penting dilakukan, terutama dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan menjaga kebersihan tangan.

Untuk bayi, orang tua disarankan membatasi kontak dengan lingkungan luar ketika terdapat risiko penularan. Sementara pada anak yang lebih besar, penggunaan masker dapat menjadi salah satu upaya mengurangi risiko penularan melalui droplet.

“Kalau anak demam tidak kunjung turun, batuk semakin berat, muncul sesak napas, anak menjadi lemas, atau tidak mau makan dan minum, segera bawa ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit,” katanya.

Saraswati juga mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi informasi mengenai influenza A. Menurutnya, menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan langkah pencegahan menjadi hal penting, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....