Menjaga Anak-anak Pesisir Melalui Penyuluhan Kesehatan Terpadu
- 09 Jul 2026 22:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember : Di wilayah pesisir, tantangan menjaga kesehatan anak tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga pemahaman keluarga mengenai gizi, tumbuh kembang, kesehatan mental, hingga kepatuhan menjalani pengobatan. Berangkat dari kondisi tersebut, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember menghadirkan program penyuluhan kesehatan terpadu bagi masyarakat di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua, kader kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak yang rentan terhadap penyakit. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung hangat dan interaktif. Perangkat desa, kader kesehatan, serta para orang tua mengikuti setiap rangkaian penyuluhan dengan antusias.
Ketua Tim Pengabdian FKM Universitas Jember, Dr. Dewi Rokhmah, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa kesehatan anak merupakan tanggung jawab bersama
“ Kesehatan anak memerlukan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Karena itu, penyuluhan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari” ujar Dewi, Kamis 9 Juli 2026.
Apresiasi juga datang dari pemerintah desa yang menyambut baik kehadiran tim FKM Universitas Jember. Menurut mereka, kegiatan semacam ini memberikan manfaat nyata karena masyarakat memperoleh edukasi langsung mengenai berbagai aspek kesehatan anak yang selama ini masih memerlukan perhatian.
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta, penyelenggara melakukan evaluasi melalui pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah seluruh sesi selesai. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa materi yang diberikan benar-benar meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Berbagai materi disampaikan secara terpadu. Pada sesi layanan gizi, peserta diperkenalkan dengan media edukasi Poster Isi Piringku untuk Balita dan Kurva Tumbuh Kembang sebagai panduan sederhana dalam memantau status gizi, berat badan, serta tinggi badan anak. Edukasi ini menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi utama pertumbuhan anak.
Materi mengenai layanan tumbuh kembang anak rentan HIV/AIDS disampaikan oleh Baiq Dewi Sukma, S.Gz., M.Gz. Ia mengajak peserta memahami pentingnya pemantauan pertumbuhan secara berkala, deteksi dini apabila terdapat hambatan perkembangan, serta pemberian stimulasi yang sesuai agar anak dapat berkembang secara optimal.
Sementara itu, aspek kesehatan mental menjadi perhatian dalam materi yang disampaikan Dr. Dewi Rokhmah. Melalui media edukasi berupa e-book Berani Bercerita, Berani Pulih, masyarakat diajak memahami bahwa dukungan psikologis, komunikasi yang terbuka, dan pengurangan stigma merupakan bagian penting dalam mendampingi anak-anak yang rentan terhadap HIV/AIDS.
Penyuluhan tidak berhenti pada penyampaian teori. Peserta juga mengikuti praktik pembuatan nugget ikan lemuru sebagai makanan peningkat imunitas anak. Dipandu Holif Fitria, S.Gz., M.Gz., praktik ini memperlihatkan bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi menu bergizi yang mudah dibuat dan terjangkau bagi keluarga di wilayah pesisir.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian menyerahkan berbagai buku panduan kepada masyarakat dan pemerintah desa. Modul tersebut meliputi layanan tumbuh kembang anak, kesehatan mental, kumpulan menu peningkatan imunitas, hingga menu camilan pencegah kecemasan bagi anak rentan HIV/AIDS. Seluruh media edukasi disusun oleh tim pengabdian FKM Universitas Jember di bawah koordinasi Dr. Dewi Rokhmah, sementara proses publikasi dan desain modul dikerjakan oleh Hanes Destiea Yusholluna dan Naqiya Fayyaza Noor Wijaya.
Melalui program ini, FKM Universitas Jember menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Di balik setiap materi yang disampaikan dan setiap praktik yang dilakukan, tersimpan harapan agar semakin banyak keluarga memiliki bekal pengetahuan untuk merawat anak-anak mereka. Sebab, kesehatan anak bukan hanya tentang mengobati ketika sakit, melainkan juga membangun fondasi kehidupan yang sehat sejak dini demi masa depan generasi pesisir yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....