Bupati Situbondo Selipkan Pesan Kebersihan pada Upacara Petik Laut

  • 27 Jul 2026 13:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Upacara Petik Laut merupakan budaya masyarakat pesisir yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Petik laut ini sebagai wujud syukur atas hasil tangkapan laut yang menghidupi masyarakat pesisir.

"Petik Laut ini sama halnya dengan petik laut di tempat lain. Hanya saja, saya punya tujuan lain hadir ke acara ini, yaitu mengajak masyarakat pesisir menjaga kebersihan," ujar Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Senin, 27 Juli 2026.

Saat menghadiri Upacara Petik Laut di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, berpesan bahwa Petik Laut harus dibarengi dengan menjaga kebersihan pantai, agar tidak tercemari sampah, karena kebersihan akan menambah keberkahan.

"Kawasan pantai ini harus bersih ya. Jaga kebersihannya agar laut kita bersih, hasil tangkapan akan semakin bertambah dan berkah," tegasnya.

Kebersihan lingkungan di kawasan pantai sangat mendukung terhadap ekosistem laut, sehingga ketika laut bersih maka hasil tangkapan akan lebih melimpah. Sebab sampah, utamanya sampah plastik akan mencemari air laut dan membahayakan habitat pesisir.

"Kalau sampahnya seperti ini, justru akan merusam habitat pesisir salah salah satunya merusak habitat mangrove, karena sampah mengganggu pertumbuhan mangrove," ungkapnya.

Bupati berencana akan membuat tempat sampah untuk memudahkan pembuangan sampah masyarakat setempat. Selain itu, akses jalan untuk roda empat juga akan dibuat, karena salah satu alasan sampah menumpuk di pantai, tidak adanya akses roda empat, karena terhalang rumah warga pesisir yang padat.

"Segera kami buatkan akses jalan dan tempat pembuangan sampah di sini. Tapi saya minta, agar masyarakat benar-benar komitmen untuk menjaga kebersihan kawasan pesisir," bebernya.

Sementara itu, Camat Besuki, Yakub Alex Susanto, mengaku telah membuat program kerja bakti setiap seminggu sekali untuk membersihkan sampah di kawasan pesisir. Termasuk juga mengubah mindset masyarakat untuk komitmen menjaga kebersihan pesisir.

"Sampah berserakan ini kan karena mindset masyarakat yang tidak menjaga kebersihan. Ke depan, kami akan melakukan kerja bakti rutin setiap minggu atau setiap satu bulan untuk melakukan kerja bakti," bebernya.

Kata Yakub, sampah-sampah itu berasal dari beberapa sungai yang bermuara ke pantai sehingga terjadi penumpukan sampah. Apalagi, pada awal tahun 2026, terjadi banjir bandang di hulu sehingga material banjir bermuara ke pantai di kawasan Pesisir Besuki.

"Akhir Februari 2026 ada banjir bandang dari hulu sungai dan bermuara di Desa Pesisir ini, sehingga tumpukan sampah tidak bisa dihindari," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....