Kemendagri Dorong Daerah Perkuat Pengelolaan Sampah Lewat Indonesia ASRI
- 21 Jul 2026 14:14 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ajakan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Banyuwangi, Selasa 21 Juli 2026.
Kegiatan yang diikuti sekitar 1.500 peserta itu melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, komunitas, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat. Selain sosialisasi, peserta juga melakukan aksi bersih-bersih kawasan pesisir sebagai implementasi gerakan nasional menjaga lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Safrizal mengatakan Gerakan Indonesia ASRI merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai Asta Cita. Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga memengaruhi daya saing daerah, kesehatan masyarakat, dan sektor pariwisata.
| Baca juga: Ditjenpas Jatim Kunjungi SAE Rutan Situbondo |
"Presiden pernah menyampaikan pertanyaan sederhana, apakah wisatawan mau datang melihat sampah? Pesan itu mengingatkan bahwa kebersihan menjadi salah satu penentu daya saing sebuah daerah," ujar Safrizal.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Indonesia mencapai puluhan juta ton setiap tahun, sementara banyak tempat pemrosesan akhir (TPA) telah mengalami kelebihan kapasitas. Kondisi tersebut menjadi dasar diterbitkannya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI sebagai pedoman bagi pemerintah daerah.
Safrizal mengajak seluruh pemerintah daerah membangun sistem pengelolaan sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut meliputi pengurangan sampah dari sumbernya, edukasi masyarakat, hingga pengembangan ekonomi sirkular agar sampah memiliki nilai tambah dan tidak seluruhnya berakhir di TPA.
"Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan daerah yang berkelanjutan. Pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media," kata Safrizal.
Usai apel, seluruh peserta melakukan aksi bersih-bersih di kawasan pesisir Kampung Nelayan Merah Putih, baik di darat maupun di laut. Safrizal menilai Banyuwangi layak menjadi contoh karena dinilai berhasil menjaga kebersihan kawasan wisata sekaligus melindungi ekosistem pesisir melalui kolaborasi berbagai pihak.
Ia berharap praktik pengelolaan sampah yang diterapkan di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....